Header Ads

Ekspor Cina Di Bulan Mei Naik Secara Tidak Terduga

Laju pengiriman barang produk Cina ke pasar luar negeri, secara tidak terduga kembali menunjukkan pertumbuhannya di bulan Mei, di tengah kebijakan tarif AS yang lebih tinggi. Akan tetapi laju impor justru mengalami penurunan, yang menandakan lemahnya permintaan domestik sehingga dapat mendorong pihak Beijing untuk meningkatkan langkah-langkah kebijakan stimulus.

Sejumlah analis menduga bahwa eksportir Cina mungkin telah bergegas untuk melakukan pengiriman ke AS, guna menghindari penetapan tarif baru senilai $300 milliar, menyusul ancaman dari Presiden Donald Trump sebagai upayanya untuk memaksakan keinginannya dalam sengketa perdagangan yang meningkat secara cepat. Meskipun data ekspor dilaporkan dengan hasil yang lebih baik dari yang diharapkan, namun demikian semua itu tidak mampu untuk meredakan kekhawatiran mengenai trade wars dari AS yang akan berlangsung lebih lama dan lebih besar, sehingga berpotensi mendorong ekonomi global ke arah resesi.

Data yang dirilis oleh pihak Bea Cukai Cina menunjukkan bahwa laju ekspor di bulan mei naik 1.1% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mana angka tersebut melampaui ekspektasi analis sebelumnya. Sebelumnya sejumlah analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan laju pengiriman selama bulan Mei dari eksportir terbesar dunia tersebut, akan mengalami penurunan sebesar 3.8% dari tahun sebelumnya, setelah mengalami kontraksi sebesar 2.75 di bulan April. meskipun saat ini laju pertumbuhan ekonomi Cina tidak terlalu tergantung kepada sektor eksportirnya, namun sektor tersebut masih berkontribusi hingga hampir seperlima dari produk domestik bruto.

Memasuki awal bulan Mei lalu, ketegangan perselisihan perdagangan antara AS dan Cina mengalami peningkatan tajam, pasca Trump menuduh pihak Beijing telah mengingkari janjinya untuk membuat perubahan struktural pada praktik ekonominya. Dengan demikian Trump kembali menerapkan tarif impor yang lebih tinggi hingga 25% senilai $200 milliar terhadap barang produk Cina, dan kembali mengambil langkah meningkatkan bea masuk atas semua daftar produk Cina senilai $300 milliar. Pihak Beijing tidak tinggal diam, dan membalas dengan menerapkan kenaikan tarif terhadap barang-barang AS.

Trump berharap dapat bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping pada pertemuan puncak para pemimpin negara G20 pada akhir bulan ini, namun demikian sejumlah analis mempercayai bahwa kemungkinan kesepakatan perdagangan diantara keduanya semakin surut, pasca kedua belah pihak tetap mempertahankan retorika mereka.

Sementara itu laju impor Cina dilaporkan mengalami penurunan sebesar 8.5% di bulan yang sama, sehingga Cina berhasil mencatat surplus perdagangannya sebesar $41.65 milliar di bulan Mei. Sebelumnya analis memperkirakan laju impor akan turun sebesar 3.8% dari tahun sebelumnya, yang membalikkan ekspansi sebesar 45 di bulan April.

Dengan tren pertumbuhan impor yang lemah, nampaknya tidak mampu untuk memberikan dukungan yang baik, karena laju ekonomi Cina menunjukkan bahwa tingkat konsumsi domestik tidak akan mampu mengatasi kelonggaran yang disebabkan oleh permintaan luar negeri yang lemah.(WD)

Related posts