Pertumbuhan Ekspor Dan Impor Cina Diperkirakan Akan Semakin Melambat

Pertumbuhan ekspor Cina diperkirakan akan semakin melambat di bulan September, akibat beban yang timbul dari penurunan yang lebih cepat di laju pesanan menyusul trade war dengan AS yang semakin intensif. Dalam jajak pendapat Reuters itu disebutkan pula bahwa laju impor Cina kemungkinan juga akan mengalami penurunan dari level tertingginya baru-baru ini, yang mana hal ini menjadi tanda-tanda yang mengkhawatirkan bagi para pembuat kebijakan di Cina yang mengacu kepada laju permintaan domestik untuk menopang pertumbuhan ekonomi disaat permintaan eksternal tumbuh di laju yang lambat.

Para ekonom menilai bahwa perlambatan lebih lanjut yang terjadi di perekonomian Cina, akan mendorong Beijing untuk meluncurkan langkah-langkah stimulus, terutama langkah untuk meningkatkan laju pertumbuhan korporasi skala kecil dan menengah. Pertumbuhan ekspor Cina di bulan September diperkirakan akan melambat menjadi 8.9% dari kenaikan 9.8% di bulan Agustus, sementara untuk impor diperkirakan juga akan melambat hanya sebesar 15% dari kenaikan 19.9% di bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan surplus perdagangan Cina diperkirakan akan mengalami penyusutan menjadi $19.4 milliar di bulan September dari sebelumnya $27.89 milliar di bulan Agustus. Sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga swasta memperkirakan bahwa pertumbuhan sektor pabrik Cina diperkirakan akan terhenti setelah mencatat ekspansi dalam 15 bulan berturut-turut, seiring turunnya pesanan ekspor ke level terendahnya dalam lebih dari dua tahun terakhir. Aktivitas manufaktur di Guangdong sebagai provinsi terbesar yang berkontribusi terhadap Gross Domestic Product Cina dilaporkan melambat bahkan hampir tidak mengalami pertumbuhan setelah di bulan seblumnya juga mengalami kontraksi.(WD)

Related posts