Header Ads

Ekspor Jepang Turun Akibat Pengaruh Perang Dagang

Pertumbuhan ekspor Jepang melambat tajam pada bulan November karena pengiriman ke Amerika Serikat dan China anjlok, sebuah tanda melambatnya permintaan eksternal dan sengketa perdagangan AS-China dapat menekan pertumbuhan ekonomi Jepang di tahun depan.

Pertumbuhan ekspor Jepang sebesar 0.1 persen dalam (yoy) jauh lebih rendah dari perkiraan ekonom dalam jajak pendapata Reuters yang mengharapkan kenaikan 1.8 persen serta turun tajam di bawah lompatan 8.2 persen pada bulan Oktober.

Data perdagangan menyoroti meningkatnya risiko eksternal untuk ekonomi yang dipimpin ekspor Jepang, laporan ini datang ketika Bank of Japan akan mengkaji kebijakan pada pertemuan dua hari yang berakhir Kamis.

Dengan inflasi konsumen yang masih lemah, BoJ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan ultra-mudahnya saat ini.

Ekspor Jepang ke Amerika Serikat tumbuh 1.6 persen (yoy) di bulan November, yang dipimpin oleh pengiriman motor pesawat dan peralatan produksi semikonduktor, melambat tajam dari lompatan 11.6 persen pada bulan Oktober. Ekspor otomotif AS turun 7.0 persen menjadi 163.586 unit.

Sementara ekspor ke China, mitra dagang terbesar Jepang, hanya naik 0.4 persen pada tahun ini hingga November, melambat tajam dari kenaikan tahunan 9.0 persen bulan sebelumnya. Kenaikan November dipimpin oleh pengiriman bahan plastik, minyak berat dan motor.

Pengiriman ke Asia, yang mencakup lebih dari separuh ekspor Jepang secara keseluruhan, turun 1.9 persen pada November, turun untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir

Sedangakn pertumbuhan impor Jepang naik 12.5 persen pada tahun ini hingga November, naik tipis dari perkiraan estimasi ekonom dilevel 11.5 persen.

Sehingga pertumbuhan neraca perdagangan mencapai defisit 737.3 miliar yen lebih besar dari defisit 600.3 miliar yen yang diperkirakan oleh para ekonom. Ini menandai penurunan kedua bulan berturut-turut.

Related posts