Ekspor Jerman Tumbuh Kurang Dari Perkiraan

Data pengiriman produk Jerman ke pasar luar negeri mencatat kenaikan di bulan Oktober, dan meskipun kenaikan ini masih lebih rendah dari yang diharapkan namun tingkat perdagangan luar negeri Jerman masih mampu memberikan dukungan bagi ekonomi di negara tersebut saat memasuki awal kuartal keempat sebagai upaya untuk keluar dari bibir jurang resesi akibat pandemi.

Kantor Statistik Federal merilis tingkat ekspor yang disesuaikan secara musiman yang dilaporkan naik 0.8% di bulan Oktober, setelah mencatat peningkatan 2.3% di bulan September, sementara impor mencatat kenaikan 0.3%, setelah direvisi naik menjadi 0.2% di bulan sebelumnya, sehingga surplus perdagangan mencatat kenaikan menjadi 18.2 milliar Euro.

Sebelumnya ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ekspor naik 1.2% dan impor meningkat 1.0% dan surplus perdagangan diperkirakan mencapai 18.0 miliar Euro.

Pemerintah Jerman telah mengeluarkan serangkaian tindakan penyelamatan dan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membantu perusahaan dan konsumen, termasuk insentif untuk membeli mobil listrik dan kendaraan jenis hybrid.

Selain itu data yang mengungkap angka perdagangan ini mengikuti data yang dirilis pada awal pekan ini, yang menunjukkan lonjakan produksi industri di bulan Oktober, sehingga menandakan bahwa sektor manufaktur yang berorientasi ekspor telah mampu membantu ekonomi memulai awal kuartal keempat yang solid.

Sebuah survei sentimen dan sebuah data mengungkap adanya frekuensi aktifitas yang tinggi seperti jarak tempuh tol oleh truk yang juga menunjukkan aktivitas manufaktur yang relatif kuat pada November meskipun kebijakan partial lockdown telah diberlakukan untuk memperlambat gelombang kedua infeksi virus corona.

Kebijakan langkah-langkah lockdown, yang memaksa sebagian besar sektor jasa mengalami penutupan sejak 2 November lalu, telah mengaburkan prospek ekonomi yang diperkirakan akan berjalan secara stagnan atau bahkan dinilai akan mengalami penyusutan dalam tiga bulan terakhir di tahun ini.

Sebelumnya diberitakan bahwa laju pertumbuhan di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut, tumbuh sebesar 8.5% di tingkat kuartal selama periode Juli hingga September, setelah mengalami kontraksi hingga 9.8% di kuartal kedua lalu, di saat terjadinya gelombang pertama pandemi Covid-19.(WD)

Related posts