Ekspor Jerman Tumbuh Lebih Besar Dari Perkiraan

Sektor perdagangan luar negeri Jerman telah memberikan dukungan bagi negara ekonomi terbesar Eropa untuk memasuki periode kuartal keempat dengan kondisi yang lebih baik, seiring laju ekspor bulan September yang dilaporkan tumbuh lebih besar dari yang diharapkan.

Data pengiriman ke luar negeri yang disesuaikan secara musiman dilaporkan naik 2.3% di bulan September, setelah direvisi naik 2.9% di bulan Agustus, sementara impor turun 0.1% setelah mencatat kenaikan 5.8% di bulan sebelumnya.

Selain itu Kantor Statistik Federal juga melaporkan untuk surplus perdagangan Jerman mengalami peningkatan menjadi 17.8 milliar Euro di periode tersebut.

Sebelumnya sejumlah ekonom dalam survei Reuters memperkirakan laju ekspor naik sebesar 2.0% dan impor meningkat 2.1% dan surplus perdagangan diperkirakan mencapai 15.8 milliar Euro.

Carsten Brzeski selaku ekonom di ING Bank mengatakan bahwa untuk kedepannya laju ekspor dan produksi industri masih mempunyai kemampuan untuk mencegah ekonomi kejatuhan dalam kondisi depresi yang lebih dalam di kuartal terakhir tahun ini di tengah kebijakan lockdown, dan dengan presiden AS terpilih saat ini maka ancaman tarif AS terhadap otomotif Jerman seharusnya dapat ditiadakan.

Pertumbuhan ekonomi Jerman untuk kuartal ketiga berada di rekor 8.2%, seiring belanja konsumen dan ekspor yang melaju lebih tinggi, namun gelombang infeksi virus kedua yang agresif serta kebijakan partial lockdown saat ini telah mengaburkan prospek untuk periode kuartal keempat dan seterusnya.

Sebuah gambaran muncul dari industri Jerman yang tumbuh meskipun ada pandemi, sementara sektor jasa mengalami kesulitan, menyusul data output industri yang mencatat kenaikan di bulan September lalu.

Sebuah survei yang dirilis Rabu lalu menunjukkan bahwa aktivitas jasa Jerman menyusut untuk pertama kalinya dalam empat bulan di bulan Oktober, setelah pemerintah Jerman menutup bar, gym, restoran, bioskop, teater dan sejumlah tempat pariwisata domestik lainnya selama sebulan kedepan, guna meredam penyebaran virus corona.(WD)

Related posts