Ekspor Korea Selatan Bulan Februari Mencatat Penurunan

Tingkat Ekspor Korea Selatan pada periode Februari lalu, dilaporkan kembali mengalami penurunan dalam tiga bulan beruntun, seiring makin jatuhnya tingkat permintaan terhadap produk chip serta ditambah dengan semakin melambatnya laju permintaan dari Cina sebagai dampak dari trade war dengan AS.

Selama bulan Februari ekspor Korea Selatan tercatat sebesar $39.56 milliar, atau turun sekitar 11.1% dari tahun lalu bahkan mencatat penurunan lebih besar dibandingkan penurunan 5.8% di bulan Januari sebelumnya. Penurunan laju pengiriman produk Korea Selatan ke pasar luar negeri, sebagian besar disebabkan oleh tren penurunan pengiriman produk semikonduktor, yang pada tahun lalu berkontribusi menopang pertumbuhan ekonomi Korea Selatan hingga dua digit.

Secara keseluruhan ekspor produk semikonduktor jatuh hingga 24.8% dari tahun sebelumnya, di tengah melambatnya laju permintaan serta berkurangnya pesanan terhadap produk tersebut. Penurunan harga produk chip yang lebih rendah dibandingkan harga tahun lalu, disinyalir menjadi alasan terbesar terhadap laju perlambatan saat ini.

Harga memory chip jenis DDR4 DRAM 8-gigabyte rata-rata $5.9 pada bulan Februari lalu, turun sebesar 36.8% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar $9.3 per unitnya. Sementara untuk ekspor minyak dan petrokimia masing-masing juga mengalami kontraksi 14% dan 14.3%, akibat pelemahan harga minyak global. Sedangkan untuk barang ekspor lainnya yang juga melemah, termasuk produk kapal yang jatuh 46.5%, perangkat komunikasi nirkabel yang turun 15.3% serta produk display yang mengalami penurunan hingga 11% di bulan yang sama.

Namun demikian beberapa produk mengalami kenaikan, seperti produk otomotif yang naik 2.7%, peralatan umum naik sebesar 2.7% serta produk baja yang mencatat kenaikan 1.3% di bulan lalu. Untuk pengiriman ekspor ke Cina dilaporkan mengalami penyusutan 17.4% di tingkat tahunan di bulan Februari, sekaligus mencatat penurunan selama empat bulan berturut-turut. Sedangkan laju pengiriman ke pasar Uni Eropa turun 8.5% pada tingkatan yang sama.

Dengan demikian surplus perdagangan dilaporkan mencapai $3.1 milliar, menyusul laju impor yang mencapai $36.47 milliar di bulan lalu. Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi berencana untuk mempersiapkan sekaligus mengumumkan langkah-langkah pencegahan guna menghadapi perlambatan ekspor, dengan menjalin kerja sama dengan pejabat pemerintah lainnya terkait dengan sektor perdagangan.(WD)

Related posts