Ekspor Korsel Kembali Kontraksi, Memperkuat Tanda Pelonggaran Kebijakan

Ekspor Korea Selatan kembali mengalami kontraksi untuk bulan keempat pada bulan Maret sebagai tanda berlanjutnya ketegangan pada ekonomi yang bergantung pada perdagangan. Sehingga memberikan tekanan bagi pembuat kebijakan untuk beralih ke sikap pelonggaran dalam menangkal meningkatnya risiko eksternal.

Penjualan luar negeri turun 8.2 persen dalam (yoy), sedikit mengungguli penurunan 8.7 persen dalam survei Reuters tetapi memperpanjang kontraksi yang dimulai pada bulan Desember.

Sementara itu impor menyusut 6.7 persen di bulan Maret dari tahun sebelumnya, lebih buruk dari penurunan ekonom yang hanya memperkirakan turun 4.9 persen. Sehingga menghasilkan surplus perdagangan $ 5.22 miliar, hampir dua kali lipat jumlah pada bulan Februari, data Layanan Pabean Korea merilisnya pada hari Senin.

Penurunan ekspor yang terus-menerus memberikan tekanan yang semakin besar bagi pembuat kebijakan untuk menawarkan stimulus atau pergeseran ke arah pelonggaran seiring melambatnya pertumbuhan global dan konflik perdagangan China-AS yang memperlambat ekonomi terbesar keempat Asia.

“Akan sulit untuk melihat peningkatan yang signifikan dalam ekspor, kecuali semikonduktor yang lesu dan ekspor yang terikat China dapat diselesaikan,” kata Park Sang-hyun, seorang ekonom di Hi Investment and Securities.

Hasil data perdagangan mengikuti serangkaian indikator lainya yang baru-baru ini mengalami tekanan, seperti output pabrik dibulan Februari menyusut ke level terendah dalam dua tahun.

Gubernur Bank of Korea Lee Ju-yeol mengatakan pada pekan lalu bank sentral dapat mengubah sikap netral saat ini pada kebijakan moneter jika “sentimen pemulihan” memburuk secara signifikan.

Para analis mengatakan penurunan ekspor dipimpin oleh penurunan dalam bisnis semikonduktor, ekspor utama negara itu, serta pendinginan permintaan dari Cina, pasar terbesarnya, di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.

Beberapa eksportir terbesar Korea Selatan, termasuk Samsung Electronics Co Ltd, telah mengkhawatirkan pendapatan karena harga chip jatuh dan permintaan melambat di China.

Related posts