Emas Berupaya Rebound Di Tengah Kekisruhan Stimulus

Sejak sesi pembukaan perdagangan Asia pagi hari ini, komoditas Emas bergerak cukup stabil di kisaran bawah $1900, namun secara keseluruhan Logam Mulia mencoba untuk memanfaatkan kekisruhan terkait stimulus AS dan kekhawatiran terhadap varian baru virus corona.

Pada hari Selasa kemarin Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dirinya kemungkinan tidak akan menandatangani RUU Covid-19 yang telah disahkan oleh House of Representatives dan Senat AS, yang mana Trump menyebut RUU tersebut sebagai “aib”, meskipun tidak melontarkan ancaman veto terhadap undang-undang tersebut.

Ancaman tersebut membuat RUU menjadi undang-undang, yang membutuhkan tanda tangan Trump, dan waktu orang Amerika untuk menerima pemeriksaan stimulus, menjadi kacau.

Sementara Presiden terpilih dari Partai Demokrat, Joe Biden mengatakan bahwa pemerintahnya nanti akan mengajukan paket bantuan Covid-19 lainnya di awal tahun depan, namun Biden juga memperingatkan bahwa fase tergelap dalam pertempuran melawan pandemi Covid-19 telah berada di depan mata.

Saat ini banyak negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan dari dan ke Inggris, seiring ditemukannya varian virus corona baru, B.1.1.7 yang dinilai tingkat penularannya 70% lebih menular dari virus corona saat ini.

Berita terakhir menyebutkan bahwa Filipina melarang semua penerbangan Inggris mulai 24 Desember, bergabung dengan daftar lebih dari 40 negara yang menutup perbatasan mereka ke Inggris, yang menjadi lokasi pertama ditemukannya varian baru tersebut, sehingga negara itu memberlakukan lockdown Tier 4 untuk wilayah London dan bagian tenggara Inggris.

Sedangkan dari sisi data ekonomi disebutkan bahwa data konsumen dan perumahan AS dirilis dengan hasil yang suram sehingga sempat meningkatkan harapan terhadap stimulus lebih lanjut guna mendukung pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

Data indeks keyakinan konsumen dari Conference Board, turun menjadi 88.6 di bulan Desember, yang lebih rendah dari perkiraan di angka 97 dan pembacaan di bulan November di angka 92.9.

Namun demikian Departemen Perdagangan mengatakan bahwa PDB AS mengalami kenaikan ke rekor 33.4% di tingkat kuartal pada periode Juli-September, yang lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan di 33.1 setelah mengalami kontraksi 31.4% di kuartal kedua.

Upaya rebound dari komoditas Emas kemungkinan akan terjadi saat memasuki sesi perdagangan waktu Eropa siang hari ini, setelah adanya potensi terjadinya kondisi risk-off seiring Uni Eropa yang menolak konsesi terbaru dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengenai hak penangkapan ikan, karena kedua pihak masih terus mengupayakan negosiasi kesepakatan perdagangan pasca Brexit.

Akan tetapi masih ada harapan bahwa pihak Uni Eropa akan melanjutkan negosiasi dengan Inggris hingga melewati batas waktu akhir tahun ini setelah ada pembaruan dari kepala negosiator Brexit Uni Eropa, Michael Barnier.(WD)

Related posts