Emas Melanjutkan Kenaikan Seiring Melemahnya Greenback

Komoditi Emas kembali mencatat kenaikan di sesi perdagangan hari ini waktu Asia setelah mendapat dukungan dari melemahnya nilai tukar US Dollar, namun demikian reli pasar ekuitas yang mendapat dorongan dari sektor teknologi AS pada sesi perdagangan semalam serta adanya sejumlah tanda-tanda pemulihan ekonomi global yang membatasi kenaikan Emas.

Saat sesi perdagangan waktu AS semalam, indeks utama Nasdaq mampu mencapai rekor tertingginya dan indeks S&P 500 bergerak dekat rekor tertingginya, namun bursa saham Asia bergerak dalam kecenderungan mixed pada pagi hari tadi.

Data indeks Tankan Jepang untuk bulan Agustus berada di minus 33, yang merupakan pembacaan terendahnya dalam empat bulan dan menunjukkan peningkatan sentimen bisnis di negara tersebut.

Sementara itu Departemen Perdagangan AS pada hari Senin kemarin menerbitkan catatan bahwa ketegangan antara AS-Cina mengalami peningkatan setelah diberlakukannya pembatasan lebih lanjut terhadap akses produk chip Huawei secara komersial.

Pembatasan tersebut yang merupakan perubahan tambahan yang diumumkan oleh AS pada bulan Mei, telah menambahkan 38 afiliasi Huawei di 21 negara ke dalam daftar hitam ekonomi AS.

Saat ini para investor tengah menunggu risalah dari pertemuan kebijakan terbaru dari Federal Reserve AS yang akan dirilis pada hari Rabu besok, yang mana The Fed diperkirakan akan mengadopsi target inflasi rata-rata secara lebih luas, yang kemungkinan akan mendorong laju inflasi di atas 25 dalam beberapa waktu mendatang.

Secara keseluruhan Pergerakan Emas masih membuka peluang berlanjutnya kenaikan seiring dukungan secara teknikal dari garis SMA 20, 50 dan 100 yang telah menunjukkan tren kenaikan secara lebih lanjut.(WD)

Related posts