Emas Mendapat Dukungan Dari Melemahnya Greenback

Komoditas Logam Mulia kembali mencatat kenaikan di sesi perdagangan Jumat pagi ini, seiring melemahnya mata uang US Dollar serta data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan sehingga mengubah minat investor untuk beralih ke aset safe haven.

Janji dari sejumlah bank sentral di dunia, yang memutuskan untuk terus meluncurkan langkah-langkah kebijakan stimulus guna membantu pemulihan ekonomi dari hantaman pandemi Covid-19, sehingga terus memberikan dukungan bagi Emas.

Seperti Bank of England yang mengumumkan keputusan kebijakan mereka dengan mempertimbangkan suku bunga negatif untuk membantu ekonomi Inggris agar dapat melewati tiga ancaman, yaitu meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid-19, pengangguran yang lebih tinggi serta kemungkinan terjadinya Hard Brexit.

Sementara Bank of Japan yang telah mengumumkan keputusannya pada hari Kamis kemarin, dengan mempertahankan kebijakan moneternya tetap stabil namun juga mengisyaratkan kesediaan mereka untuk mengeluarkan lebih banyak langkah stimulus dengan catatan jika tingkat pengangguran meningkatkan risiko deflasi.

Selain itu para investor juga terus mencerna keputusan Federal Reserve yang telah berjanji untuk menerapkan suku bunga di kisaran rendahnya untuk beberapa tahun kedepan.

Data ekonomi AS juga menunjukkan lebih banyak warga yang mengajukan klaim pengangguran dibanding perkiraan sebelumnya, dengan mencatat angka sebanyak 860 ribu orang dari perkiraan 850 ribu, disebutkan pula bahwa hampir 30 juta warga AS telah mengajukan klaim pengangguran hingga akhir Agustus lalu.

Sementara itu dilaporkan melalui data dari bea cukai bahwa ekspor Emas Swiss ke AS hampir terhenti di bulan Agustus, sedangkan untuk ekspor ke Cina dan India justru mengalami kenaikan, yang mana disebutkan bahwa data tersebut menyarankan dihentikannya transfer besar Emas batangan ke New York setelah terjadinya pandemi Covid-19.(WD)

Related posts