Emas Mengalami Tekanan Seiring Spekulasi Mengenai Rusia

Beredarnya spekulasi di pasar mengenai Rusia yang kemungkinan bergeser dari pembeli komoditas Emas terbesar menjadi negara penjual telah memberikan tekanan terhadap harga Emas di sesi perdagangan Asia pagi ini.

Harga emas berjangka sempat turun 0.13% di sesi awal perdagangan Asia, namun nampaknya kerugian terbatas karena investor tetap bersikap hati-hati di tengah masa ekonomi yang tengah bergejolak.

Berita yang mengatakan bahwa Rusia, selaku pembeli Emas batangan terbesar di dunia, memutuskan untuk menunda pembelian Emas mereka mulai hari ini dinilai sebagai “headwind” untuk komoditas Emas.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga Emas berada di bawah tekanan bahkan saat penyebaran wabah virus corona terus memburuk, karena para investor memilih untuk melepas kepemilikan mereka terhadap komoditas Emas guna mendapatkan dana tunai guna menutupi margin perdagangan serta kerugian di saham dan aset lainnya.

Seperti yang disampaikan oleh analis FXTM, Lukman Otunuga yang mengatakan kepada CNBC bahwa sikap hati-hati dari para investor yang masih tinggi telah merangsang selera terhadap mata uang US Dollar, sehingga nilai tukar greenback yang lebih kuat akan menekan harga Emas.

Otunuga menambahkan bahwa sentimen global masih tetap goyah meskipun bank sentral dan pemerintah bertindak bersama dalam menentukan langkah untuk melawan penyebaran COVID-19, seiring kekhawatiran seputar resesi global yang akan membuat para investor bergegas meningkatkan pembelian komoditas Emas, terutama jika guncangan yang semakin besar mulai terlihat di ekonomi global.(WD)

Related posts