Emas Menguat Didukung Sikap Dovish The Fed

Komoditas Emas mencatat kenaikan sejak sesi perdagangan Asia pagi ini, seiring janji yang dilontarkan oleh Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga pemulihan ekonomi berjalan stabil, di tengah para investor yang terus memantau perkembangan langkah stimulus terbaru AS.

Keputusan kebijakan The Fed, yang dijatuhkan pada hari Rabu waktu AS setelah melakukan pertemuan kebijakan dua hari bank sentral, memutuskan akan terus menempatkan suku bunga mendekati nol untuk beberapa tahun mendatang.

Selain itu The Fed juga berjanji untuk melanjutkan program pembelian obligasi hingga pemulihan lapangan kerja secara penuh mencapai kemajuan substansial lebih lanjut dan mampu mencapai target inflasi di kisaran 2%.

Dalam pidatonya Ketua The Fed Jerome Powell berpendapat bahwa stimulus fiskal akan bersifat sangat kuat, di tengah pergulatan ekonomi AS di tengah gelombang kedua pandemi Covid-19.

Hingga siang hari ini komoditas Logam Mulia telah menguat sekitar 0.15% ke $1867.25 yang ditopang pula oleh melemahnya nilai indeks Dollar akibat sikap dovish yang ditunjukkan oleh The Fed.

Pekan ini sejumlah bank sentral akan merilis keputusan kebijakan moneter mereka, seperti Bank of England, bank sentral Meksiko, Swiss National Bank serta Bank Indonesia pada hari ini, sementara Bank of Japan dan bank sentral Rusia akan merilis kebijakan moneternya pada hari Jumat besok.

Bank of England diperkirakan akan sedikit menahan diri dari kebijakan stimulusnya dalam keputusan kebijakan moneter lebih lanjut, menyusul potensi terjadinya Brexit tanpa kesepakatan yang dinilai akan menimbulkan ancaman yang memperburuk kondisi ekonomi saat ini yang telah terpuruk akibat gelombang kedua kasus Covid-19.

Dalam hal ini diberitakan bahwa pihak Inggris dan Uni Eropa telah semakin mendekati pencapaian kesepakatan perdagangan, namun para pedagang di pasar mata uang tetap bersikap hati-hati sembari menilai apakah kesepakatan ini mampu dicapai sebelum tenggat waktu yang telah disepakati.

Pada hari Rabu kemarin, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berbicara kepada Parlemen bahwa dirinya tidak bisa memberi tahu apakah akan ada kesepakatan atau tidak dengan Inggris, namun beliau akan memberitahu bahwa tetap ada jalan menuju kesepakatan untuk saat ini, meskipun jalan tersebut dinilai sulit namun tetap ada celah untuk mencapai semua itu.

Sedangkan mengenai stimulus AS disebutkan bahwa para anggota Kongres AS semakin mendekati persetujuan tagihan stimulus senilai $ 900 milliar, dan RUU tersebut termasuk $ 600 hingga $ 700 serta tunjangan pengangguran yang diperpanjang, akan menunggu pengesahan tagihan pengeluaran senilai $ 1.4 triliun di tahun fiskal ini guna mencegah terjadinya government shutdown.(WD)

Related posts