Emas Menguat Seiring Melemahnya Dollar

Harga komoditas Emas menguat di sesi perdagangan Asia pada pagi hari ini, didorong oleh melemahnya greenback serta di tengah para investor yang mencerna berita mengenai Mitch McConnell selaku US Senate Majority Leader yang menunda pemungutan suara untuk meningkatkan stimulus AS.

Sebelumnya diberitakan bahwa McConnell menunda pemungutan suara untuk meningkatkan jumlah cek stimulus dari $ 600 menjadi $ 2.000 pada hari Selasa, setelah Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Donald Trump sama-sama menyetujui kenaikan awal pekan ini.

Dalam hal ini Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa distribusi cek stimulus senilai $ 600 yang telah mendapat persetujuan akan dimulai secepatnya pada Selasa malam kemarin.

Selain itu pihak Federal Reserve juga akan memperpanjang tenggat waktu kebijakan Main Street Lending Program selama delapan hari hingga 8 Januari, guna memproses aplikasi yang telah diajukan dalam jumlah banyak, sejak Mnuchin mengakhiri kebijakan fasilitas kredit darurat dari bank sentral AS pada bulan November lalu.

Terkait kenaikan harga Emas di perdagangan hari ini, Michael Langford yang menjabat sebagai Direktur AirGuide mengatakan kepada CNBC bahwa nilai tukar mata uang US Dollar yang lebih lemah dinilai telah cukup menciptakan momentum kenaikan untuk kepercayaan terhadap kinerja Logam Mulia.

Saat ini fokus para pelaku pasar tengah tertuju pada pemilihan putaran kedua di Georgia, yang akan berlangsung pada 5 Januari, yang akan menentukan apakah Demokrat atau Republik yang akan mengontrol Senat.

Manajer komoditas senior di Philip Futures, Avtar Sandu menilai bahwa jika pemilihan tersebut menghasilkan kemenangan bagi Demokrat, maka ekspektasi kebijakan fiskal yang terus menerus akan menimbulkan beban bagi mata uang Dollar dan menciptakan sentimen bullish bagi Emas.(WD)

Related posts