EU & Inggris Mendekati Kesepakatan Jasa Keuangan

Kapala jasa keuangan Uni Eropa, Mairead McGuinness dalam sebuah acara menyampaikan bahwa pihak Uni Eropa dan Inggris telah berada di jalur pembicaraan untuk mendapat kesepakatan kerja sama regulasi dalam layanan keuangan di bulan ini.

Namun apa yang dilakukan oleh Inggris di Irlandia Utara nampaknya akan membawa kesulitan tersendiri dalam membangun kepercayaan diantara kedua belah pihak.

Sebelumnya pemerintah Inggris secara sepihak telah memperpanjang masa tenggang untuk pemeriksaan impor makanan ke Irlandia Utara, yang mana ini merupakan sebuah langkah yang menurut pemerintahan Brussels telah melanggar persyaratan kesepakatan Brexit.

Dalam sebuah acara McGuinness mengatakan bahwa kedua pihak telah berada di jalur yang benar untuk kesepakatan terkait regulasi jasa keuangan, akan tetapi tindakan egois dari Inggris dinilai tidak akan membantu membangun kepercayaan.

Kesepakatan perdagangan Inggris dengan Uni Eropa yang dimulai pada Januari lalu, tidak mencakup sektor jasa keuangan, sehingga membuat sebagian besar London mengalami kesenjangan dengan pelanggan eskpor terbesarnya tersebut.

Dalam hal ini pihak Brussels memang hanya memberikan akses langsung secara terbatas terhadap London, dibawah sistem kesetaraan dengan aktifitas kliring yang ditargetkan untuk perdagangan Euro, sehingga meningkatkan “hackles” di Bank of England.

Lebih lanjut McGuinness mengatakan bahwa sangat penting untuk mengatakan bahwa disaat kedua belah pihak duduk bersama setelah tercapainya kesepakatan memorandum, maka kesepakatan terhadap paket jasa keuangan tidak akan terjalin dalam waktu yang singkat sehingga kemungkinan menciptakan kembali akses ke pasar tunggal Eropa.

Selain itu masih tersisa kesenjangan informasi yang diberikan oleh Inggris mengenai tindakan mereka yang telah menyimpang dari aturan Uni Eropa, dimana Inggris baru saja engumumkan rencana untuk melonggarkan aturan pencatatannya dan menjadikan dirinya lebih menarik bagi perusahaan teknologi keuangan untuk bersaing lebih baik dengan UE, AS, dan Asia.

Hal ini menurut McGuinness akan menjadi sesuatu yang akan memperngaruhi pengambilan keputusan keduanya, yang mana jika pihaknya memberikan kesetaraan maka kedua pihak harus memastikan hal tersebut berjalan di masa depan.(WD)

Related posts