Euro Bergerak Stabil Terhadap Greenback

Pergerakan mata uang Euro cenderung stabil terhadap US Dollar di sesi perdagangan hariini, setelah sebelumnya mengalami rally hingga ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir, di tengah berita bahwa European Central Bank akan membuat pinjaman ke bank menjadi lebih murah lagi.

Sebagian besar pasar di negara Eropa ditutup pada hari ini, terkait libur Mayday atau Hari Buruh Internasional, seperti yang dialami juga oleh mayoritas pasar di kawasan Asia, namun prospek perdagangan sebulan kedepan akan menimbulkan serangkaian kekhawatiran baru terhadap investor seiring masih tingginya tingkat infeksi virus corona di dunia hingga merenggut lebih dari 230 ribu jiwa.

Selain terhadap mata uang tunggal Euro, greenback juga mengalami penurunan terhadap mata uang Yen Jepang, hingga ke kiesaran 106.87.

Para analis menilai bahwa pergerakan tersebut disebabkan oleh kinerja pasar ekuitas AS yang buruk, serta ditambah dengan data tenaga kerja AS yang memberikan gambaran tingginya tingkat pengangguran.

Seorang analis valas di broker BDSwiss, Marshall Gittler mengatakan bahwa penurunan intraday yang dibukukan oleh indeks S&P 500 telah memangkas keuntungan di pasar untuk bulan April lalu dan mood investor juga tercermin dalam pasar mata uang, seiring Swiss Franc menjadi pemenang serta mata uang Aussie dan Canadian Dollar menjadi dua mata uang yang mencatat nilai lebih rendah dari semua mata uang utama lainnya.

Pada hari Kamis kemarin dalam konferensi pers pasca pertemuan kebijakan bank sentral Eropa, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa pandemi virus corona telah mengirim ekonomi Eurozone ke dalam penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang berpotensi mengalami peningkatan sebelum fase pemulihan dimulai.

Hal ini tidak terlepas dari kinerja pasar tenaga kerja yang memburuk dengan cepat serta terjadinya kontraksi di kegiatan ekonomi secara signifikan, yang terjadi selama pandemi Covid-19 berlangsung, yang mana durasinya belum dapat ditentukan kapan berakhir.

European Central Bank memproyeksikan bahwa laju Produk Domestik Bruto Eurozone kemungkinan turun antara 5% hingga 12% di tahun ini.(WD)

Related posts