Euro Melonjak Seiring Harapan Pemulihan Ekonomi

Harapan pemulihan ekonomi saat ini telah mendorong meningkatnya spekulasi terhadap rebound permintaan global serta ditambah dengan tekanan terhadap mata uang US Dollar hingga berada di level terendah empat bulan, telah menimbulkan dorongan kenaikan bagi Euro hingga berada di level tertingginya dalam 18 bulan terakhir.

Rally mata uang tunggal Euro pada awalnya dipicu oleh para pemimpin Uni Eropa yang melakukan kesepakatan untuk rencana penyelamatan di seluruh wilayah Uni Eropa, yang merupakan sebuah langkah besar menuju pemulihan serta serikat yang lebih kuat.

Taruhan dari para investor terkait rebound ekonomi yang akan menguntungkan mata uang selain US Dollar, seiring ekspor dan perdagangan global yang mengalami peningkatan secara signifikan.

Sementara itu penyebaran virus corona di AS dan sejumlah negara di belahan dunia seperti India, Amerika Latin, Tokyo dan Melbourne, dilaporkan semakin bertambah dan terdapat sejumlah tanda-tanda bahwa pemulihan ekonomi dalam jangka pendek semakin jauh.

Hingga saat ini AS melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat COVID-19 pada hari Selasa dan Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa segala sesuatu mungkin akan menjadi lebih buruk sebelum berangsur menjadi lebih baik.

Selain itu imbal hasil obligasi yang bergeser telah menambah dukungan bagi kenaikan harga Emas dan pada saat yang sama permintaan dari sektor industri terhadap komoditas perak justru mengalami penurunan sehingga rasio antara harga komoditas Emas dan perak masih jauh dibawah rata-rata untuk jangka panjang.(WD)

Related posts