Euro Menguat Di Tengah Meningkatnya Optimisme Pasar

Meningkatnya optimisme tentang pemulihan global dari pandemi COVID-19 telah memberikan dorongn bagi mata uang tunggal Euro yang menguat terhadap Dollar di sesi perdagangan waktu Eropa pada siang hari ini.

Namun demikian pasar ekuitas nampaknya masih belum mendapatkan dukungan yang lebih besar, seiring masih adanya ketegangan antara AS dan Cina sehingga memberikan hambatan bagi sentimen risk on di pasar ekuitas global.

Sementara itu mata uang Australian Dollar dan New Zealand Dollar, yang sensitif terhadap sektor perdagangan di masing-masing negara, mencatat kenaikan hingga 0.7% namun masih dibawah level tertingginya pada pekan lalu, sedangkan mata uang Crown Norwegia juga mencatat kenaikan hampir 1% terhadap Dollar AS.

Salah seorang analis mata uang di Commerzbank, Thu Lan Nguyen mengatakan bahwa saat ini kawasan Euro terpecah antara risiko politik di satu sisi dan sentimen positif pasar di sisi lainnya, sebagai akibat dari pelonggaran kebijakan lockdown lebih lanjut, namun mengingat perselisihan yang berlanjut di Uni Eropa tentang dana pemulihan akibat dampak pandemi corona, mata uang tunggal tersebut cenderung kehilangan tenaga dalam pergerakannya terhadap US Dollar.

Kondisi para eksportir Jerman sedikit pulih di bulan Mei ini, setelah mencatat keterpurukan di bulan April sebelumnya di saat kebijakan lockdown secara penuh diberlakukan di negara ekonomi terbesar di Eropa tersebut.

Lee Hardman yang menabat sebagai ahli strategi mata uang di MUFG, mengatakan bahwa saat ini para investor tetap mencari alternatif aset berisiko, yang dilatarbelakangi oleh kemajuan yang berkelanjutan dalam upaya untuk menekan dampak COVID-19, sehingga memungkinan dibukanya kembali aktifitas di semua sektor ekonomi secara bertahap.(WD)

Related posts