Euro Menguat Dibantu Data Industri Jerman

Meskipun kenaikan dalam pesanan untuk barang hasil industri Jerman dirilis dengan hasil yang lebih rendah dari perkiraan dalam jajak pendapat Reuters, namun hasil ini mampu membantu mata uang tunggal Euro untuk menguat sejak sesi pembukaan perdagangan waktu Eropa siang hari ini.

Data pesanan hasil industri di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut, mencatat kenaikan 10.4% di bulan Mei lalu, rebound dari laju penurunan terbesarnya sejak 1991 di bulan Maret, seiring meningkatnya permintaan setelah pemerintah Jerman menghapus kebijakan lockdown untuk meredam pandemi corona secara bertahap.

Kenaikan tersebut lebih lemah dari hasil survei Reuters yang memperkirakan kenaikan 15%, namun demikian angka yang dirilis oleh Federal Statistics Office menunjukkan bahwa laju pesanan domestik naik 12.3%, sementara pesanan dari luar negeri mencatat kenaikan sebesar 8.8%.

Pergerakan mata uang Euro mencatat keuntungan di sesi awal perdagangan waktu Eropa pada hari ini, setelah investor melihat adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi Jerman serta adanya harapan akan ada lebih banyak kebijakan stimulus di kawasan Eurozone dalam waktu dekat ini.

Dalam sebuah catatannya analis di ING menyampaikan bahwa setelah periode dua bulan yang menghancurkan, maka peningkatan yang terjadi di hari ini merupakan kenaikan bulanan terbesar, bahkan setelah kenaikan yang terjadi, maka laju pesanan kemungkinan besar masih berada sekitar 30% di bawah level kuartal pertama, yang mana data ini mengandung faktor penting, yaitu pencabutan langkah-langkah lockdown yang membawa lonjakan dalam aktifitas ekonomi, namun nampaknya tidak mudah kembali ke level sebelum krisis ini terjadi.

Maka dengan pemikiran tersebut, para pelaku pasar akan mencari sinyal baru pada kebijakan stimulus bagi pemulihan kawasan tersebut yang akan tersirat dalam pertemuan para menteri keuangan Eurozone di hari Kamis mendatang, sebelum pertemuan puncak para pemimpin Eurozone pada 17-18 Juli.

Sebagai negara dengan ekonomi terkuat Eropa, maka Jerman akan sangat tertarik untuk mengatur konsesnsus mengenai struktur dana pemulihan Covid-19, dikarenakan saat ini mereka memiliki kesempatan untuk menduduki kursi kepresidenan Uni Eropa selama enam bulan kedepan.

Kinerja mata uang Euro yang menguat hingga saat ini tidak terlepas dari indeks Dollar yang bergerak sekitar 0.5% lebih rendah terhadap mata uang lainnya hingga menuju ke level terendahnya dalam dua pekan terakhir.

Penurunan nilai tukar Greenback terjadi akibat para investor yang meninggalkan aset safe haven di tengah optimisme terhadap data aktifitas sektor jasa AS di bulan Juni yang akan dirilis malam hari nanti.(WD)

Related posts