Header Ads

Euro Revised GDP Stabil Menjelang Pengumuman Kebijakan ECB

Laju pertumbuhan ekonomi Eurozone dipercepat selama periode tiga bulan pertama di tahun ini. seiring dukungan yang datang dari pengeluaran rumah tangga, investasi dan perdagangan di kawasan tersebut. Badan statistik Eurostat mengkonfirmasi perkiraan sebelumnya mengenai produk domestik bruto di kawasan 19 negara pengguna mata uang Euro, yang naik 0.4% di kurun waktu Januari-Maret, sekaligus berhasil mempertahankan pertumbuhan 1.2% di tingkat tahunan.

Setidaknya ekspansi ini lebih besar dari ekspansi kuartal sebelumnya sebesar 0.2%. Secara detail lembaga statistk untuk kawasan Eurozone, menyebutkan bahwa konsumsi rumah tangga berhasil naik 0.3 poin persentase terhadap hasil pertumbuhan per tiga bulan, sementara laju pembentukan modal tetap bruto naik 0.2 poin persentase dan sektor perdagangan bersih mencatat kenaikan 0.1 poin persentase.

Untuk perubahan inventaris justru memberikan pengaruh negatif, menyusul penurunan 0.3 poin persentase, sedangkan dampak dari konsumsi pemerintah justru berada di angka nol. Ketenagakerjaan di Eurozone tercatat naik 0.3% di tingkat kuartal dan 1.3% di tingkat tahunan, yang tidak mengalami perubahan sejak kuartal keempat tahun lalu. Sektor industri, layanan informasi dan komunikasi serta real estate, merupakan sejumlah sektor yang menyumbang kenaikan lapangan kerja tertinggi selama periode tersebut.

Saat ini para pelaku pasar Eropa khususnya tengah menantikan pengumuman dari ECB, yang sebelumnya telah menerapkan kebijakan stimulus sejak setahun lalu, namun selama periode tersebut, pasar global belum melihat hasil nyata dari kebijakan tersebut. Pertemuan kali ini berlangsung di Vilnius, Lithuania yang akan menjelaskan lebih lanjut skema pinjaman baru untuk perbankan.

Pada bulan April, Presiden Mario Draghi mengatakan bahwa ECB akan melihat bagaimana kebijakan moneter bekerja dan bagaimana prospek ekonomi terbentuk ketika menetapkan persyaratan untuk pinjaman. Pada dasarnya pinjaman ini harus membuat bank-bank di Eurozone mampu untuk memberikan pinjaman lebih besar kepada sektor ekonomi riil, yang mana sektor tersebut memiliki tingkat deposito negatif, sehingga mereka akan membayar para pemberi pinjaman untuk mendapatkan uang tuna, yang berarti hal tersebut merupakan sebuah insentif yang kuat bagi pihak bank untuk menggunakannya.

Sejumlah kejelasan lebih lanjut mengenai apa yang diharapkan oleh ECB dalam hal inflasi serta prospek pertumbuhan Eurozone, akan terlihat dalam bentuk pembaruan proyeksi staf bank sentral Eropa. Diharapkan bahwa pertemuan puncak pada bulan Juni ini, akan mampu memutuskan semua lowongan posisi tingkat tinggi di European Central Bank.(WD)

Related posts