FED Berubah Dovish Tapi Suku Bunga Netral

Jerome Powell - The FED Chairman

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell sempat memberikan investor pesan optimisme yang kuat pada hari Rabu menjelang Kamis. Powell mengatakan bahwa kebijakan suku bunga bank sentral sekarang “tepat di bawah” perkiraan, dimana angka ini tidak mengerem maupun meningkatkan ekonomi AS yang sehat. Komentar ini, bagi investor, menyiratkan sebagai tanda-tanda bahwa siklus pengetatan selama tiga tahun The Fed hampir berakhir.

Pasar saham dan suku bunga berjangka melonjak, bahkan ketika para ekonom masih terus menafsirkan apakah Powell bermaksud mengirim pesan atau hanya disalahpahami.

Di mata mereka, komentar itu adalah pembalikan dari awal bulan lalu, ketika Powell mengatakan suku bunga kunci mungkin masih “jauh” dari tingkat netral dan bahkan Fed mungkin akan terus memperketat kebijakan di luar level itu. Saham – saham melonjak setelah pernyataan tersebut karena sebelumnya investor menganggap bahwa bank sentral AS akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih banyak untuk mencegah ekonomi dari overheating.

Pergeseran bahasa yang lebih dovish pada hari Rabu muncul bersamaan dengan Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Powell, dengan mengkritik kenaikan suku bunga Fed sebagai hal yang meremehkan kebijakan ekonomi dan perdagangannya. Trump mengatakan kepada Washington Post pada hari Selasa bahwa dia “bahkan tidak sedikit senang” dengan pimpinan the Fed.

Powell memberikan pasar dan Presiden Trump, persis seperti apa yang dia inginkan. Yaitu berupa pengakuan bahwa jalur kenaikan suku bunga yang diusulkan di masa depan mungkin terlalu agresif dan membuka peluang untuk memperlambat laju kenaikan suku bunganya.

Related posts