Federal Reserve Bersikap Dovish Dalam Menentukan Kebijakan

Saat pengumuman kebijakan semalam Federal Reserve memilih untuk bersikap dovish dengan mempertahankan suku bunga dekat kisaran nol, sekaligus mengindikasikan posisi mereka saat ekonomi pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Dalam pernyataannya Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pihaknya tidak berpikiran untuk menaikkan suku bunga, bahkan mereka cenderung mengesampingkan wacana untuk menaikkan suku bunga dan hanya terfokus pada upaya bagaimana untuk memberikan dukungan bagi perekonomian yang memang membutuhkan waktu.

Seiring dengan keputusan suku bunga, para gubernur bank sentral memproyeksikan bahwa ekonomi akan menyusut 6,5% pada tahun 2020, suatu masa dimana terjadi penghentian aktifitas bisnis yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai upya untuk memerangi pandemi virus corona.

Namun demikian mereka memperkirakan bahwa di tahun 2021 mendatang, laju pertumbuhan ekonomi akan naik 5% dan 3.5% di tahun berikutnya, yang mana angka2 tersebut masih jauh dari tren pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam hal ini bank sentral mengulang komitmennya dari hasil pertemuan kebijakan di bulan April lalu, bahwa mereka berharap mampu mempertahankan kisaran target ini hingga merasa yakin bahwa ekonomi telah melewati semuanya dan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai jumlah lapangan kerja maksimum serta mampu mencapai sasaran stabilitas harga.

Selain itu mereka juga menyampaikan bahwa akan terus meningkatkan kepemilikan obligasi, menargetkan pembelian Treasury hingga sebesar $80 milliar per bulanm serta membeli sekuritas berbasis hipotek hingga senilai $40 milliar.

Pertemuan kebijakan FOMC yang dilaksanakan di pekan ini terjadi di saat negara-negara di dunia mulai membuka kembali aktifitas ekonominya dan dilakukan setelah terjadi kenaikan jumlah pengangguran bulanan yang terburuk dalam sejarah.

Selain itu pertemuan ini terjadi di pekan yang sama saat National Bureau of Economic Research menyatakan bahwa resesi dimulai pada bulan Februari sekaligus mengakhiri ekspansi terpanjang dalam sejarah pertumbuhan ekonomi AS.

Lebih lanjut Powell mengatakan bahwa proyeksi ekonomi dibuat berdasarkan ekspektasi umum terhadap laju pemulihan ekonomi yang dimulai pada paruh kedua tahun ini dan berlangsung selama beberapa tahun kedepan, yang mendapat dukungan dari suku bunga tetap di level dekat kisaran nol saat ini.

Namun, Powell telah menekankan bahwa kecepatan pemulihan tergantung pada jalur virus corona, yang mana beliau mencatat bahwa proyeksi ekonomi tidak boleh diartikan sebagai perkiraan resmi.(WD)

Related posts