Fed’s Beige Book : Sektor Manufaktur Menaikkan Harga Seiring Kebijakan Tarif

Dalam laporan terbarunya mengenai kondisi ekonomi AS, Federal Reserve mengatakan bahwa meskipun laju inflasi bergerak secara moderat di sebagian besar negara bagian AS, namun pabrik-pabrik telah menaikkan harga mereka karena adanya kebijakan tarif. Bank sentral AS juga menyampaikan dalam Beige Book terbarunya bahwa ekonomi nampaknya tumbuh secara moderat hingga dalam kecepatan menengah serta sejumlah industri telah melaporkan kekurangan tenaga kerja.

Hal ini memberikan gambaran bahwa potret ekonomi di 12 distrik The Fed dalam kurun waktu September hingga pertengahan Oktober, tengah berada dalam kekhawatiran terhadap trade war antara AS dengan Cina, serta ditambah lagi dengan memanasnya ketegangan dengan mitra dagang utama lainnya. Dalam Beige Book disebutkan bahwa produsen melaporkan kenaikan harga barang jadi seiring tingginya kebutuhan, namun tetap terpengaruh oleh kebijakan tarif yang saat ini diberlakukan. Akan tetapi The Fed memberikan isyarat bahwa tekanan inflasi tidak terlalu besar, meskipun harga terus mengalami peningkatan.

Diantara produsen di salah satu distrik The Fed di Dallas, yang sebagian besar berpusat di Texas, dilaporkan bahwa sekitar 60% menilai bahwa sejak diumumkannya dan dilaksanakannya kebijakan tarif oleh pemerintahan Washington, telah menghasilkan terjadinya peningkatan biaya input. Sementara di kawasan Midwestern, Federal Reserve of Chicago menilai bahwa sektor ritel di berbagai sektor memberikan indikasi bahwa mereka mengharapkan konsumen untuk melihat dampak dari tarif AS terhadap laju impor di tahun 2019 mendatang.

Terlepas dari timbulnya ketegangan di sektor perdagangan global, The Fed mengatakan bahwa pasar tenaga kerja yang ketat telah menimbulkan kesulitan bagi para pengusaha untuk mencari pekerja yang memenuhi syarat, termasuk sejumlah ahli seperti insinyur, profesional keuangan dan penjualan, pekerja konstruksi dan manufaktur serta profesional di bidang IT.(WD)

Related posts