Header Ads

Fed’s Bullard : Penurunan Suku Bunga Bisa Terjadi Jika Risiko Ekonomi Meningkat

Pada kesempatan berbicara di depan para peserta Union League Club yang berlangsung di Chicago, Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, James Bullard mengatakan bahwa ada semacam jaminan bahwa pemangkasan suku bunga sangat bisa terjadi, menyusul meningkatnya risiko terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditimbulkan oleh perdagangan global sera laju inflasi yang lemah.

Bullard menjadi pejabat The Fed pertama yang secara gamblang menilai bahwa kondisi pertumbuhan global memerlukan respon nyata dari pihak bank sentral. Beliau juga mengatakan bahwa meskipun The Fed tidak dapat menanggapi setiap perubahan dalam perselisihan perdagangan yang semakin berkembang antara AS dan negara perdagangan utama lainnya, telah menciptakan situasi ekonomi terjebak dalam ketidakpastian yang terus meningkat, yang berpotensi memberikan hantaman kepada kinerja ekonomi makro AS, menyusul perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

The Fed saat ini tengah menghadapi ekonomi yang diperkirakan akan tumbuh lebih lambat dalam jangka waktu kedepan, dengan sejumlah risiko yang mencerminkan bahwa perlambatan bisa melaju lebih tajam dari yang diharapkan, akibat ketidakpastian sektor perdagangan global yang sedang berlangsung.

Selain itu Bullard juga melihat bahwa saat ini laju inflasi dan ekspektasi inflasi masih tetap di bawah target dan sinyal dari kurva imbal hasil Treausry juga masih memberikan petunjuk bahwa penetapan tingkat kebijakan saat ini terlalu tinggi. Seiring dengan lemahnya laju inflasi serta munculnya tanda peringatan dari pasar obligasi, maka penyesuaian tingkat kebijakan ke bawah dapat segera dilakukan, guna membantu meningkatkan ekspektasi inflasi serta membantu meredakan kekhawatiran yang terlihat di harga obligasi dari perlambatan yang lebih tajam di AS.

Seiring semakin meningkatnya tensi perdagangan, Bullard menjadi salah satu pejabat The Fed yang peduli mengenai fakta bahwa suku bunga obligasi 10-tahun, telah jatuh di bawah nilai imbal hasil 3 bulan, serta masih dibawah suku bunga bank sentral itu sendiri. Inversi yang terjadi terhadap kurva yield ini, dinilai oleh Bullard telah semakin terlihat jelas untuk memberikan dukungannya terhadap kasus penurunan suku bunga.

Lebih lanjut Bullard mengatakan bahwa penyesuaian tingkat kebijakan ke bawah, dapat membantu memfokuskan diri kepada inflasi serta ekspektasi inflasi 2%, serta sekaligus memberikan asuransi terhadap potensi perlambatan ekonomi yang lebih tajam dari yang diperkirakan semula.

Akan tetapi banyak rekan Bullard selaku pejabat di bank sentral, nampaknya enggan untuk memberikan dukungan terhadap langkah tersebut, dengan alasan bahwa The Fed tidak perlu memindahkan suku bunga dari kisaran saat ini, antara 2.25 dan 2.5%, hingga ekonomi AS mengalami guncangan yang membuat para pengambil kebijakan mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.(WD)

Related posts