Header Ads

Fed’s Evans : Ini Saat Yang Tepat Bagi The Fed Untuk Berhati-hati

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Charles Evans mengatakan bahwa ini merupakan saat yang tepat bagi bank sentral AS untuk berhenti dan mengambil sikap lebih hati-hati dalam menerapkan kebijakan moneternya, sembari menyampaikan bahwa dirinya tidak mengharapkan adanya kenaikan suku bunga hingga paruh kedua tahun depan.

Komentar tersebut merupakan yang pertama dilontarkan oleh salah satu pejabat pembuat kebijakan The Fed, guna memberikan isyarat diakhirinya pengetatan kebijakan setelah meninggalkan rencana kenaikan suku bunga lebih lanjut di tahun ini. Dalam kesempatan berbicara di acara Credit Suisse Asian Investment Conference di Hong Kong, Charles Evans mengatakan bahwa kebijakan moneter tidak akomodatif atau bersifat membatasi pada saat ini.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa The Fed bisa saja menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun 2019 ini, namun dengan asumsi bahwa ekonomi AS tetap cukup kuat. Sebuah perkiraan baru menunjukkan bahwa 11 dari 17 pejabat pembuat kebijakan The Fed memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga hingga akhir tahun ini. Sinyal dovish yang tidak terduga ini telah membuat pasar keuangan mendapatkan imbas seiring para investor menetapkan bahwa ada potensi penurunan suku bunga The Fed di tahun ini.

Sedangkan kurva imbal hasil obligasi membuat pola terbalik untuk pertama kalinya sejak pertengahan tahun 2017 silam, dan Evans menggambarkan inversi yang bersifat sangat sempit dan untuk itu para pejabat The Fed harus memperhitungkan adanya potensi penurunan sekuler dalam suku bunga jangka panjang.

Evans juga mengatakan bahwa dalam hal ini sejumlah kebijakan bank sentral diantaranya bersifat struktural, yang mana ini berkaitan dengan pertumbuhan tren yang lebih rendah, suku bunga riil yang lebih rendah, dan hal tersebut merupakan suatu yang lebih alami jika kurva imbal hasil obligasi agak datar dibandingkan sebelumnya.(WD)

Related posts