Fed’s Evans : Saya Bersikap Terbuka Terhadap Pemangkasan Suku Bunga Lebih Lanjut

Presiden Federal Reserve of Chicago, Charles Evans dalam kesempatan wawancara dengan CNBC, mengatakan bahwa dirinya berpikiran terbuka saat ditanya mengenai tingkat suku bunga yang tepat di AS, namun tetap menyarankan adanya pemangkasan lebih lanjut jika hambatan terhadap ekonomi AS mengalami peningkatan.

Evans yang terkenal sebagai pejabat bank sentral AS yang berpandangan dovish, merasa masih optimis terhadap fundamental AS meskipun laju pertumbuhan ekonomi negara itu masih menghadapi sejumlah tantangan.

Dalam wawancara tersebut Evans mengatakan bahwa pihaknya telah mengurangi target federal fund sebesar 50 basis poin, dan beliau berpikir bahwa hal tersebut membantu pejabat bank sentral untuk lebih bersikap akomodatif, lebih dari yang diyakini.

Namun demikian hal tersebut menjadi target bergerak jika tantangan terhadap ekonomi mengalami kenaikan sehingga membuat mereka harus melakukan lebih banyak langkah kebijakan. Saat ini beliau berpikir bahwa kebijakan moneter yang tepat adalah dengan penetapan suku bunga sedikit dibawah level netral sehingga bank sentral dapat menyediakan lebih banyak akomodasi bagi langkah kebijakannya.

Selama enam bulan terakhir para pejabat bank sentral disebutkan memiliki lebih banyak tantangan guna meningkatkan laju inflasi menjadi 2%, serta menghadapi lebih banyak ketidakpastian yang terjadi, negosiasi perdagangan yang memberikan tantangan dan ditambah lagi dengan pertumbuhan yang melambat di Eropa dan Cina, sehingga bersikap akomodatif merupakan hal yang paling tepat untuk saat ini.

Lebih lanjut Evan menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan The Fed hingga saat ini mungkin sudah cukup, namun dirinya masih bersikap terbuka untuk saran yang mungkin dibutuhkan, dengan lebih terfokus kepada data ekonomi AS, sekaligus menetapkan data inflasi dan pasar tenaga kerja sebagai acuan utama bagi bank sentral.

Komentar ini muncul setelah sebelumnya Federal Reserve memutuskan untuk melakukan pemangkasan suku bunga hingga 25 basis poin, namun memberikan indikasi mengenai siklus pemangkasan lebih lanjut di masa depan. Pada bulan Juli sebelumnya diketahui bahwa Evan telah mengatakan bahwa penurunan suku bunga untuk beberapa kali tetap diperlukan guna mendapatkan tingkat inflasi di dekat target bank sentral.

Saat ditanya mengenai pandangannya mengenai ekonomi AS dan tantangan yang akan dihadapi, Evan menjawab bahwa AS kemungkinan bisa menyingkirkan ketidakpastian yang saat ini melanda pasar. Untuk itu beliau mengatakan bahwa mungkin ada lebih banyak kerapuhan di laju ekonomi AS, namun bisa saja ada kejutan yang benar-benar tidak terduga dan diluar pemikiran semuanya, yang mana hal tersebut kemungkinan berpotensi mengarah kepada sesuatu yang kurang positif bagi ekonomi AS.(WD)

Related posts