Fed’s George : Pemangkasan Suku Bunga Menyebabkan Ketidakseimbangan Keuangan

Presiden Bank Sentral Federal Reserve Kansas City Esther George, telah menyampaikan penolakannya terhadap gagasan bahwa bank sentral AS harus memangkas suku bunga untuk memberikan dorongan kepada laju inflasi yang saat ini masih rendah, seraya menambahkan bahwa gagasan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan di sektor keuangan.

Dalam sambutannya yang dipersiapkan untuk National Association for Business Economics, George menyampaikan bahwa dalam kondisi saat ini, nampaknya tidak perlu untuk mengkhawatirkan laju inflasi yang rendah, seiring tidak adanya lebih banyak bukti bahwa risiko penurunan dapat direalisasikan, sehingga meredam laju inflasi saja tidak akan menjamin respon bagi kebijakan moneter.

Beliau juga menilai bahwa faktanya saat ini untuk memacu laju inflasi hingga mencapai target 2% bagi The Fed adalah sesuatu yang sulit, yang sebagian besar dikarenakan oleh faktor global yang berkontribusi terhadap laju inflasi yang rendah.

George juga merasa lebih realistis untuk menerima bahwa akan terjadi fluktuasi dan persisten sementara di target jangka panjang, dan selama hal ini tidak melebih ambang batas yang wajar, maka setidaknya pihaknya dapat mentoleransi hal tersebut, tergantung dari kondisi ekonomi secara lebih luas.

Pandangan tersebut nampaknya bertentangan dengan kekhawatiran yang diungkapkan oleh banyak pemimpin The Fed selama bertahun-tahun, yang kehilangan tujuan untuk mencapai target inflasi 2% dari bank sentral.

Terkait kebijakan pemangkasan suku bunga The Fed sebanyak dua kali di tahun ini, hingga ke kisaran target saat ini dari 1.75% hingga 2.00%, Esther George menyatakan bahwa dirinya pada dasarnya tidak setuju dengan kebijakan tersebut.

Sementara ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan gambaran bahwa laju pengurangan suku bunga tersebut sebagai kebijakan asuransi terhadap dampak perlambatan pertumbuhan global serta meningkatnya ketidakpastian perdagangan, sembari menyatakan bahwa laju ekonomi secara lebih luas dari sisi fundamental masih berada dalam kondisi yang baik.

Lebih lanjut George mengatakan bahwa jika data yang masuk memberikan petunjuk ekonomi masih melemah secara lebih luas, maka penyesuaian kebijakan mungkin tepat untuk mencapai mandat Federal Reserve untuk laju pekerjaan secara maksimal yang berkelanjutan dan mencapai kestabilan harga.

Akan tetapi dengan laju inflasi yang semakin mendekati target, maka The Fed akan berusaha untuk mengembalikan laju inflasi menjadi 2% secara lebih cepat, dengan menyesuaikan tingkat suku bunga yang memerlukan tindakan agresif yang berpotensi menyebabkan alokasi sumber daya yang tidak tepat dan dapat menciptakan ketidakseimbangan sektor keuangan.(WD)

Related posts