Fed’s George : The Fed Diharapkan Bersikap Wait & See

Dalam sambutannya pada sebuah acara yang diadakan di New York, Presiden Bank Sentral Federal Reserve Kansas City Esther George mengatakan bahwa ekonomi AS saat ini tengah menghadapi risiko yang besar dan The Fed diharapkan dapat mengambil pendekatan wait & see terhadap laju kebijakan moneternya.

Lebih lanjut George mengatakan bahwa dalam jangka menengah dirinya melihat adanya risiko terbesar yang berasa dari melambatnya pertumbuhan di luar negeri, khususnya di Cina, kawasan Euro dan Inggris. Beliau memaparkan bahwa fundamental ekonomi AS saat ini masih cukup baik dan pertumbuhan lapangan pekerjaan kemungkinan akan mengalami pemulihan dari kinerjanya yang lemah selama bulan Februari lalu.

Akan tetapi risiko penurunan masih akan menjadi fokus yang penting, mengingat bahwa dirinya telah menyerukan adanya tren perlambatan pertumbuhan, dengan kenaikan moderat di sektor lapangan kerja serta ditambah lagi dengan laju inflasi yang masih berada di level rendahnya, sehingga dalam situasi ini setidaknya kebijakan moneter bank sentral harus bersikap menunggu sembari melihat perkembangan di luar negeri.

George juga menyatakan bahwa dirinya mendukung rencana The Fed untuk melakukan peninjauan terhadap strategi kebijakan moneter tahun ini, sembari memaparkan bahwa beberapa perubahan yang diusulkan pada kerangka kerja dari para pejabat bank sentral memiliki manfaat, termasuk proposal bagi The Fed untuk menjalankan komitmennya guna menebus mendongkrak laju inflasi yang selama bertahun-tahun berada di bawah target dari bank sentral.

Dalam kesempatan yang sama beliau juga memaparkan sejumlah alasan mengapa kerangka kerja seperti itu kemungkinan tidak akan berfungsi atau bahkan dapat membahayakan perekonomian di AS. Namun demikian dirinya mengatakan bahwa masih masuk akal bagi The Fed untuk mengizinkan adanya sedikit penyimpangan kebijakan untuk pencapaian target inflasi di kisaran 2%.(WD)

Related posts