Header Ads

Fed’s Loretta: Wabah Corona Beresiko, Perlu Kesabaran Untuk Mengubah Kebijakan

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Loretta Mester mengatakan wabah virus corona yang memburuk merupakan ancaman bagi ekonomi AS, tetapi belum ada yang membenarkan untuk perubahan apa pun dalam kebijakan moneter.

“Pada titik ini, sulit untuk menilai besarnya dampak ekonomi,” kata Mester dalam teks pernyataan yang dijadwalkan akan disampaikannya di Washington. “Saya telah memasukkannya sebagai dampak risiko penurunan terhadap perkiraan saya,” yang menyerukan pertumbuhan ekonomi sekitar 2%, konsumsi yang sehat dan beberapa peningkatan dalam pengeluaran investasi bisnis.

Ekuitas AS anjlok bersamaan dengan saham di Eropa dan Asia karena pihak berwenang berjuang untuk mencegah virus korona yang menyebar lebih luas di luar China. Pejabat Fed telah berulang kali menekankan mereka sedang memantau situasi ini tetapi mengisyaratkan mereka tidak mempertimbangkan penurunan suku bunga lagi setelah tiga kali pemangkasan tahun lalu.

“Dalam pandangan saya, sikap kebijakan kami saat ini tepat mengingat prospek pertumbuhan mendekati laju trennya, kondisi pasar tenaga kerja yang solid, dan tingkat inflasi tidak jauh” dari tujuan 2% Fed, kata Mester.

Para pembuat kebijakan selanjutnya berkumpul 17-18 Maret. Survey Fed Watch menunjukkan investor mengharapkan dua kali pemotongan ditahun ini.

Mester, adalah seorang pemilih tahun ini di Komite Pasar Terbuka Federal, mengatakan dia mengharapkan ekonomi AS untuk terus tumbuh sehat, didorong oleh belanja konsumen yang didukung dengan tingkat pengangguran terendah dalam 50 tahun.

Lorreta juga mengatakan penting bagi pembuat kebijakan untuk memastikan inflasi kembali ke target 2% The Fed setelah hilang ke sisi rendah selama beberapa tahun. Tetapi untuk sampai di sana, dia lebih suka menunda kenaikan suku bunga di akan datang daripada memangkas lebih jauh.

Related posts