Header Ads

Finansial Pasar Perumahan Australia Mengalami Kontraksi

Finansial untuk sektor perumahan Australia mengalami kontraksi pada bulan Agustus karena aturan ketat untuk pinjaman hipotek oleh bank terus menggigit, dan harga rumah memperpanjang penurunan satu tahun.

Jumlah persetujuan pinjaman rumah Australia turun 2.1% pada bulan Agustus dari bulan Juli, berdasarkan laporan data dari kantor Biro Statistik yang dirilis pada hari Jumat. Ekonom yang disurvei menjelang pengumuman telah memperkirakan untuk penurunan yang hanya sebesar 1% untuk bulan ini.

Sementara itu, nilai pinjaman untuk investasi perumahan turun 1.1% dari bulan Juli, kata ABS.

Pasar perumahan Australia menghadapi tantangan yang menajam karena regulator perbankan terus memberlakukan kriteria ketat untuk pinjaman hipotek.

Dimana kekhawatiran seputar rekor utang rumah tangga dan pertumbuhan upah yang datar dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong tindakan keras terhadap pinjaman berisiko, mencekik kredit untuk mendanai pembelian rumah.

Harga rumah telah merosot selama setahun terakhir, dipimpin oleh kelemahan di Sydney dan Melbourne. Penurunan telah terjadi meskipun suku bunga tetap di rekor terendah, dengan para ekonom meramalkan retret dapat diperpanjang hingga 2020, dan penurunan harga hingga 15%.

Bank juga menjadi lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman karena sorotan keras dari penyelidikan pemerintah terhadap potensi kesalahan dalam sektor keuangan Australia.

Para ekonom takut tekanan pada harga rumah pada akhirnya akan mengurangi sentimen dan pengeluaran konsumen, memperlambat ekonomi.

“Ini akan membawa efek kekayaan negatif dari harga properti yang lebih lemah dan leverage yang tinggi yang menyebabkan penarikan kembali pengeluaran dan aktivitas, mendorong pengangguran hingga 8%,” kata Morgan Stanley dalam laporannya.

Related posts