FOMC Minutes : Suku Bunga Kemungkinan Tidak Akan Berubah

Risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal 1-2 Mei, menyebutkan bahwa para pejabat Federal Reserve tetap berkomitmen kuat untuk mengambil sikap “sabar”, sembari menyampaikan bahwa suku bunga kemungkinan tidak akan berubah di masa depan.

Dalam pertemuan tersebut para anggota FOMC meningkatkan harapan mereka terhadap laju pertumbuhan ekonomi dalam periode setahun penuh serta mengatakan bahwa kekhawatiran mereka sebelumnya mengenai perlambatan pertumbuhan telah mereda. Anggota komite juga tetap mempertahankan arah kebijakan suku bunga, dengan mengacu pada berkurangnya tekanan terhadap laju inflasi yang memungkinkan bank sentral untuk memantau fundamental ekonomi sebelum menentukan langkah kebijakannya lebih lanjut.

Lebih lanjut disampaikan FOMC tetap melakukan pengamatan untuk menentukan penyesuaian terhadap kisaran target suku bunga The Fed yang mungkin masih akan tetap sesuai untuk beberapa waktu, di tengah lingkungan pertumbuhan ekonomi yang moderat serta laju inflasi yang terbatas.

Dalam beberapa pertemuan terakhir, para pengambil kebijakan bank sentral tetap menyatakan keprihatinan mereka terhadap perlambatan pertumbuhan global, negosiasi Brexit yang tidak menentu serta masih belum tercapaiknya kesepakatan perdagangan AS-Cina. Akan tetapi nada optimis tetap disuarakan dalam risalah pertemuan terakhir mereka.

Setelah awalnya menunjukkan bahwa dua kenaikan suku bunga kemungkinan terjadi pada 2019, para pejabat The Fed sedikit berubah dari sikap hawkish mereka dan saat ini memperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan mengenai suku bunga. Namun demikian para pelaku pasar nampaknya memperkirakan setidaknya satu kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun. Selain itu Presiden Donald Trump telah mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunga, dan mengatakan bahwa pemangkasan suku bunga akan menjadi langkah yang tepat bagi ekonomi AS.

Dalam risalah tercatat bahwa sejumlah anggota mengatakan bahwa jika ekonomi terus mengalami kemajuan, maka The Fed akan perlu untuk mengambil langkah guna memperkuat kebijakannya dalam menjaga laju inflasi tetap dibawah kendali mereka. Akan tetapi pejabat lainnya masih merasa khawatir mengenai ekspektasi inflasi yang lebih rendah yang menunjukkan masih longgarnya pasar tenaga kerja dibandingkan yang ditunjukkan oleh angka pengangguran di 3.6%.

Dalam notulen tersebut dikatakan bahwa para pejabat bank sentral telah menghubungkan inflasi yang rendah dengan sejumlah faktor, seperti penurunan tajam harga pakaian dan layanan manajemen portofolio. Para pejabat juga mengatakan mereka memperkirakan pelambatan kuartal pertama dalam pengeluaran perumahan bersifat sementara, seiring kepercayaan konsumen yang saat ini dalam kondisi yang solid.

Hasil pertemuan tersebut juga membahas komposisi neraca The Fed sebesar $4 triliun dengan mempertimbangkan durasi obligasi yang dimilikinya. Disebutkan bahwa portofolio berdurasi singkat dapat menjaga tingkat dana lebih rendah serta mampu memberikan kemampuan manuver The Fed yang lebih sedikit di saat penurunan berikutnya terjadi.(WD)

Related posts