Header Ads

Fujiwara : BoJ Harus Meninjau Kembali Target Inflasinya

Kepala lobi perbankan Jepang telah memberikan desakan kepada Bank of Japan untuk meninjau kembali target inflasi 2% dan kebijakan moneternya yang sangat longgar, sembari menyampaikan bahwa bertahan dengan target inflasi yang sulit dicapai, berpotensi mendatangkan risiko yang lebih besar bagi ekonomi Jepang.

Koji Fujiwara, ketua Asosiasi Bankir Jepang, mengatakan bahwa Bank of Japan seharusnya tidak bertahan dalam pencapaian target mereka, baik itu dalam hal jangka waktu maupun dari pertumbuhan harga, dikarenakan inflasi yang lemah memaksa mereka untuk mempertahankan stimulus radikal yang mendatangkan tekanan terhadap laba perbankan.

Untuk itu ada satu opsi yang dapat menggantikan kebijakan target inflasi 2% Bank of Japan dengan kisaran target pertumbuhan harga yang diinginkan, yang akan meningkatkan fleksibiltas pada kebijakan moneternya. Meskipun kemungkinan ini dinilai sulit dalam penerapannya dalam waktu yang cepat, namun BoJ harus tetap berhati-hati sembari terus mengambil langkah-langkah kebijakan untuk menambah amunisi kebijakan moneter mereka, bahkan meningkatkan stimulus di masa depan jika diperlukan.

Fujiwara saat ini juga merangkap sebagai Presiden Mizuho Bank, unit inti dari institusi pemberi pinjaman terbesar kedua Jepang, Mizuho Financial Group.

Saat ini Bank of Japan tengah terjebak dalam dilema, seiring stimulus besar-besaran selama bertahun-tahun dinilai telah gagal memicu laju inflasi, sehingga memaksa bank sentral untuk mempertahankan program pembelian obligasi dalam jumlah yang besar, meskipun lembaga keuangan harus menanggung laba yang lemah dari tingkat suku bunga yang mendekati nol persen.

Sebagai contoh Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, sebagai institusi pemberi pinjaman terbesar Jepang berdasarkan asetnya, pada awal bulan ini telah mengeluarkan laporan yang memuat penurunan laba bersih hingga 6.4% selama periode kuartal keempat lalu.

Diketahui bahwa laju inflasi konsumen inti Jepang di tingkat tahunan, mencapai titik terendahnya dalam tujuh bulan terakhir di kisaran 0.7% pada Desember lalu dan kemungkinan besar alam berlanjut dalam beberapa bulan mendatang seiring harga minyak yang lebih rendah serta lesunya tingkat belanja sektor rumah tangga Jepang.(WD)

Related posts