GDP Korea Selatan Hanya Mampu Mencatat Pertumbuhan Sebesar 0.6% Pada Q3

Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan dilaporkan melaju dalam kecepatan yang sangat lambat selama periode kuartal ketiga lalu, sehingga jauh dari target pertumbuhan tahun ini dan sekaligus juga memberikan cerminan bahwa kinerja ekonomi berada dalam kondisi yang buruk.

Bank of Korea melaporkan data produk domestik bruto yang telah direvisi, sebesar 400.2 triliun Won ($360 milliar) selama kuartal ketiga, atau hanya mencatat pertumbuhan 0.6% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 2.0%. Angka tersebut tidak berubah dari rilisan sebelumnya pada bulan Oktober serta mencatat laju paling lambat dalam sembilan tahun terakhir.

Dengan demikian ekonomi Korea Selatan akan kehilangan momentum pertumbuhannya untuk mencapai target 2.7% di tingkat tahunan, kecuali jika di kuartal terakhir menunjukkan pertumbuhan lebih dari 0.8%. Adapun sektor ekonomi yang mengalami laju paling lambat adalah sektor investasi konstruksi serta belanja swasta yang tumbuh lebih dalam kecepatan yang tidak sesuai perkiraan, sementara pertumbuhan investasi fasilitas direvisi lebih tinggi dibanding perkiraan awal.

Pertumbuhan investasi di sektor konstruksi mengalami penyusutan 6.7% di tingkat tahunan, yang mana penyusutan ini lebih besar dibandingkan perkiraan penurunan 6.5% yang disuarakan pada Oktober lalu, serta mencatat penurunan terendahnya sejak kuartal pertama 1998 di saat terjadinya puncak krisis keuangan di kawasan Asia. Sedangkan investasi fasilitas hanya mencatat penurunan 4.4%, lebih kecil jika dibandingkan dengan perkiraan penurunan 4.7% sebelumnya.

Pertumbuhan ekspor tidak berubah dari perkiraan awalnya sebesar 6.1%, sementara impor justru mengalami kontraksi 0.7%, atau lebih besar dibandingkan perkiraan 0.1%, seiring investasi mesin yang mengalami penyusutan. Belanja swasta tumbuh 0.5% dari estimasi 0.6% pada bulan Oktober lalu, namun masih mencatat perbaikan margin dari kenaikan 0.3% pada periode kuartal kedua sebelumnya.

Tingkat pengeluaran pemerintah meningkat 1.5%, yang direvisi turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 1.6%. Sedangkan pendapatan nasional bruto riil selama kuartal ketiga mencapai 409.8 triliun Won atau naik 0.7% dari kuartal pertama yang telah disesuaikan secara musiman. Gross National Income merupakan data yang memuat jumlah total barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara, ditambah dengan pendapatan yang diterima dari luar negeri. (WD)

Related posts