GDP Korsel Direvisi Turun, Menambah Tekanan Untuk Penurunan Suku Bunga

Ekonomi Korea Selatan menyusut melebihi dari yang diperkirakan pada kuartal pertama, sementara inflasi inti melambat mendekati level terendah sejak 20 tahun pada bulan Mei, data menunjukkan pada hari Selasa, menambah kasus bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga.

Produk domestik bruto kontraksi 0.4% yang disesuaikan secara musiman pada periode Januari-Maret dari kuartal sebelumnya, data revisi Bank Korea menunjukkan, tak lebih cepat dari penurunan 0.3% yang diperkirakan sebelumnya.

Statistik Korea mengatakan secara terpisah indeks inflasi harga konsumen inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang fluktuatif, hanya naik 0.6% di bulan Mei dari tahun sebelumnya, lebih lambat dari kenaikan 0.7% di bulan April dan yang terlemah sejak kenaikan 0.1% di bulan Desember 1999.

Komite kebijakan moneter BOK telah mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah Jumat lalu, tetapi pemungutan suara dalam keputusan itu secara luas ditafsirkan oleh investor sebagai sinyal bank sentral tentang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Selanjutnya BoK meninjau kebijakannya pada 18 Juli, ketika bank sentral juga akan merilis perkiraan pertumbuhan ekonomi yang direvisi untuk tahun ini. Pada bulan April, BOK memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 menjadi 2,5% dari 2,6% yang terlihat sebelumnya.

BOK mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa investasi konstruksi dan ekspor bernasib lebih buruk dari yang diperkirakan pada akhir April, sementara pertumbuhan belanja pemerintah direvisi sedikit naik dari perkiraan.

Dari tahun sebelumnya, ekonomi terbesar keempat Asia itu tumbuh 1,7% yang direvisi selama kuartal pertama, lebih lambat dari kenaikan 1,8% yang diperkirakan sebelumnya.

Related posts