Gedung Putih : Powell Masih Akan Tetap Duduk Sebagai Ketua The fed

Terkait beredarnya kabar yang mengatakan Presiden Donald Trump telah berulang kali membahas pemecatan kepala bank sentral AS, Jerome Powell pasca kenaikan suku bunga The Fed pada pekan lalu, Pejabat Administrasi Trump langsung bergerak untuk meyakinkan pasar keuangan bahwa Powell masih akan duduk sebagai Chairman The Fed hingga habis masa jabatannya.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump dan bahwa Trump sendiripun saat ini menyadari bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk memecat seseorang dari kursi kepemimpinan Federal Reserve. Para pejabat pembuat kebijakan beserta ahli strategi pasar pada akhir pekan kemarin sibuk mendesak Trump untuk tidak bertindak terhadap Powell, dan hal ini telah ditegaskan oleh Mnuchin dan Mick Mulvaney yang akan menjabat sebagai kepala staff Gedung Putih.

Presiden Donald Trump pada pekan lalu menulis bahwa dirinya benar-benar tidak setuju dengan kebijakan The Fed, dan berpikir bahwa kenaikan suku bunga dan penyusutan portfolio The Fed adalah hal yang sangat mengerikan untuk dilakukan saat ini, terutama mengingat bahwa negosiasi perdagangan utama dengan Cina masih berlangsung. Trump sebelumnya telah beberapa kali membahas secara pribadi mengenai pemecatan Powell, menyusul rasa frsutasinya dengan kenaikan suku bunga yang dinilai akan membebani US Dollar.

Pada Jumat malam waktu AS, Bloomberg telah melaporkan bahwa para penasihat yang dekat dengan Trump menyatakan ketidakyakinan mereka bahwa Trump akan “melawan” Powell dan berharap bahwa kemarahan Trump akan reda dengan sendirinya selama liburan, seiring nasehat mereka bahwa memecat Powell justru akan mendatangkan bencana bagi ekonomi AS. Mantan Ketua Senat Perbankan, Richard Shelby, secara terbuka memperingatkan Trump bahwa independensi The Fed adalah dasar dari sistem perbankan AS, untuk itu harus sangat berhati-hati jika berkaitan dengan hal tersebut.

Sejalan dengan pandangan tersebut, sejumlah pengamat juga menilai bahwa setiap upaya Trump untuk menekan Powell justru akan berpotensi menimbulkan efek guncangan yang akan menimbulkan kerusakan di pasar keuangan, merusak kepercayaan investor terhadap kemampuan bank sentral untuk menjalankan laju ekonomi tanpa adanya campur tangan secara politik.(WD)

Related posts