Header Ads

Gentiloni : UE Akan Memutuskan Terkait SGP

Dalam sebuah wawancara dengan harian La Stampa, Komisaris Ekonomi Uni Eropa Paolo Gentiloni mengatakan bahwa pihak Uni Eropa akan memutuskan apakah akan memperpanjang penangguhan aturan pembatasan defisit anggaran dan hutang, atau yang lebih dikenal dengan Stability and Growth Pact (SGP), dalam beberapa pekan kedepan.

Gentiloni menyampaikan bahwasanya dalam beberapa pekan kedepan pihaknya akan memutuskan apakah dan bagaimana memperpanjang pembekuan pakta dan dalam beberapa bulan mendatang mereka akan mulai memikirkan mengenai bagaimana mengkalibrasi ulang sesuai dengan tujuan strategis Eropa yang baru.

Selama tahun 2020 lalu jumlah hutang publik Eurozone mengalami kenaikan tajam, karena pemerintah meminjam untuk membantu sektor bisnis dan rumah tangga agar dapat bertahan dari pembatasan dan lockdown yang diberlakukan dalam mengendalikan wabah virus corona.

Dalam hal ini beliau juga memperingatkan agar supaya langkah-langkah dukungan fiskal yang diakhiri sebelum waktunya selama pandemi masih berlangsung, dinilai lebih berbahaya dibandingkan terlambat menerapkan semuanya.

Disebutkan pula bahwa pemerintahan baru di Italia yang dipimpin oleh mantan kepala ECB Mario Draghi, sangat penting dalam memulihkan kepercayaan di negara tersebut dan bahwa hal itu akan membantu mengatasi setiap potensi perlawasan dari negara anggota Uni Eropa lainnya sehubungan dengan reformasi SGP.

Dia menambahkan bahwa perubahan dan penambahan baru-baru ini pada Rencana Pemulihan nasional Italia, program yang menguraikan bagaimana negara itu akan menghabiskan lebih dari 200 miliar Euro ($ 242.40 miliar) dari berbagai dana Uni Eropa untuk menghidupkan kembali ekonominya setelah pandemi COVID-19, telah menjadi dasar pemulihan yang lebih baik namun nampaknya masih membutuhkan dana dalam jumlah yang lebih banyak.

Terkait reformasi di Italia, maka Gentiloni mengatakan bahwa Italia harus melakukan reformasi secara bertahap yang akan memangkas tingkat hutangnya serta harus menyetujui kebijakan dukungan fiskal yang tidak akan menciptakan hutang permanen yang baru.(WD)

Related posts