GfK : Kepercayaan Konsumen Inggris Semakin Optimis Jelang Brexit

Kepercayaan konsumen Inggris meningkat pada bulan Januari ketika publik negara itu semakin optimis tentang jalannya ekonomi menjelang keberangkatan Inggris dari Uni Eropa. Dimana indeks kepercayaan konsumen yang dikumpulkan oleh perusahaan riset pasar GfK naik dua poin menjadi minus sembilan pada Januari.

Angka ini menandai pertama kalinya langkah itu meningkat selama dua bulan berturut-turut sejak September 2017, karena kepercayaan konsumen merana selama periode ketidakpastian yang panjang seputar Brexit. Indeks naik tiga poin pada Desember 2019.

Kenaikan itu adalah “bouncing mini Boris,” kata Joe Staton, direktur strategi klien di GfK, merujuk pada Perdana Menteri Boris Johnson dari Inggris, yang telah mendapatkan dukungan dari pembuat undang-undang untuk rencana Brexit-nya sejak survei sebelumnya dilakukan.

Sub-indeks yang mengukur pandangan konsumen tentang keadaan ekonomi dan keuangan pribadi mereka selama 12 bulan ke depan keduanya naik tiga poin.

Angka-angka datang ketika Inggris siap untuk secara resmi meninggalkan Uni Eropa pada hari Jumat dan menunjukkan bahwa warga Inggris mengantisipasi berakhirnya proses Brexit akan memberikan dorongan bagi perekonomian lamban Inggris.

Inggris masih harus menegosiasikan kesepakatan dagang dengan UE, namun, sesuatu yang telah dijanjikan oleh Johnson sebelum akhir tahun, ketika Inggris berhenti terikat oleh aturan perdagangan UE.

Pada hari Kamis Bank of England mengatakan bahwa proses merombak ikatan ekonomi UK ke UE akan menjadi proses berlarut-larut yang kemungkinan akan sangat membebani pertumbuhan di bulan-bulan mendatang.

Survei GfK terhadap 2.008 orang dilakukan antara 2 Januari dan 14 Januari atas nama Komisi Eropa.

Related posts