Goldman Sachs : Diharapkan Aset Pasar Negara Berkembang Akan Meningkat Di Tahun Depan

Lembaga keuangan Goldman Sachs Asset Management mengharapkan dapat melihat adanya peningkatan kondisi ekonomi di pasar negara berkembang dalam beberapa bulan kedepan, sehingga akan memberikan batu loncatan untuk nilai saham regional dan mata uang.

Sepanjang tahun ini mata uang di negare-negara berkembang telah mengalami tekanan, seiring menguatnya mata uang US Dollar yang diperdagangkan hampir 5% lebih tinggi terhadap sejumlah mata uang pesaing utamanya.

Namun demikian CEO for EMEA and Global Head of Fixed Income di Goldman Sachs Asset Management mengatakan kepada CNBC bahwa saat indeks Dollar melakukan semuanya dengan baik di tahun ini, pasar keuangan kemungkinan melihat sisi terbaik dari hal tersebut. Lebih lanjut Andrew Wilson mengatakan bahwa dirinya berpikir saat memasuki tahun depan maka akan melihat mata uang dari negara berkembang khususnya akan bangkit kembali setelah mencatat kinerja buruk selama tahun ini.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada pekan lalu, analis di Goldman Sachs memperkirakan aset pasar akan memperbaiki kinerjanya untuk menyeimbangkan pertumbuhan global. Disebutkan bahwa mereka melihat adanya potensi pengembalian yang menarik untuk aset pasar berkembang di tahun 2019 mendatang, terutama di mata uang dan ekuitas yang diharapkan akan mampu meningkatkan pertumbuhan.

Saat ini pelaku pasar semakin khawatir mengenai kemungkinan perlambatan ekonomi, menyusul jatuhnya nilai saham global sesaat sebelum pertemuan terakhir dari para pembuat kebijakan Federal Reserve di tahun ini. Lembaga tersebut juga memberikan peringatan mengenai risiko terbesar terhadap prospek investasi mereka di tahun depan, yaitu kinerja ekonomi Cina dalam beberapa bulan kedepannya.(WD)

Related posts