Goldman Sachs : Harga Minyak Berpotensi Terkena Imbas Virus Corona

Dalam sebuah catatannya yang dirilis hari ini, Goldman Sachs Group Inc mengatakan bahwa pasar minyak kemungkinan akan terkena dampak coronavirus yang mematikan dari Cina, sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap permintaan bahan bakar untuk penerbangan seperti yang terjadi pada kasus wabah SARS di tahun 2003 silam.

Virus yang berasal dari wilayah Wuhan tersebut dapat mengakibatkan penurunan permintaan global hingga sebesar 260 ribu barrel per hari di tahun 2020, yang dua pertiganya disebabkan oleh penurunan permintaan terhadap bahan bakar untuk jet.

Dengan demikian Goldman mencatat bahwa hal tersebut berpotensi memberikan tekanan turun terhadap harga minyak hingga sebesar $2.90 per barrel. Coronavirus menyebabkan kegelisahan di pasar keuangan, terutama karena menyebar yang pada saat bersamaan ratusan juta orang Cina bersiap untuk melakukan perjalanan di dalam negeri dan internasional untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Potensi gangguan ini menambah wildcard lain ke pasar minyak, yang telah bergolak tahun ini oleh ketegangan di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Damien Courvalin dan Callum Bruce sebagai analis Goldman mengatakan bahwa sementara respon terhadap pasokan minyak OPEC dapat membatasi dampak mendasar dari guncangan permintaan seperti itu, namun ketidakpastian awal terhadap lingkup potensial epidemi wabah dapat menyebabkan harga jual yang lebih besar dibandingkan yang disarankan secara fundamental.

Dalam beberapa pekan kedepan kemungkinan volatilitas harga minyak akan mengalami kenaikan, meskipun Goldman masih melihat adanya penurunan berkelanjutan dalam minyak mentah jenis Brent di tahun ini yang diakibatkan oleh dampak keseluruhan fundamental masih terbatas sejauh ini.

Meski demikian kekhawatiran terhadap dampak penyebaran virus tersebut terhadap permintaan minyak, diperkirakan dapat mengatasi kegelisahan yang terjadi seputar gangguan pasokan di Libya, Iran dan Irak.

Keuntungan dari mengubah minyak mentah menjadi bahan bakar penerbangan dan premium bahan bakar jet ke diesel mengalami penurunan di sesi perdagangan hari ini dan kemungkinan bisa mengalami penurunan lebih lanjut.

Saat ini dampak terhadap permintaan minyak mentah global akan sangat bergantung pada seberapa cepat penyebaran virus corona ke wilayah lain, dan seberapa parah penularannya. Untuk itu diperlukan respon yang cepat dan agresif dari otoritas Cina guna mengurangi ketidakpastian serta dampak negatif terhadap ekonominya.(WD)

Related posts