Goldman Sachs : Tidak Akan Terjadi Resesi Ekonomi Di Tahun 2019

Kepala Strategi Ekuitas Global dari lembaga keuangan Goldman Sachs tidak melihat adanya indikasi resesi ekonomi di tahun 2019, namun mereka melihat potensi terjadinya pertumbuhan laba yang rendah di AS dan Eropa.

Lebih lanjut Peter Oppenheimer kepada Annette Weisbach dari CNBC di acara Goldman Sachs Global Strategy Conference yang berlangsung di Frankfurt, mengatakan bahwa pihaknya berpandangan tidak ada resesi di salah satu negara ekonomi utama di dunia seraya menambahkan bahwa pasar masih terlalu jauh untuk menentukan penurunan yang lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya.

Komentar Oppenheimer muncul setelah adanya pandangan pesimis dinatara pelaku pasar di AS di tengah pasar yang menunggu kenaikan suku bunga dari Federal Reserve serta terjadinya ketegangan geopolitik terutama antara AS dan Cina. Sebuah survei terhadap 500 wealth managers di Wall Street yang dilakukan oleh Natixis pada bulan Desember, menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka merasa bahwa pasar akan mengalami fase bullish terpanjang dalam sejarah yang akan berakhir di 2019. Sebanyak 41% dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa akan mengurangi alokasi mereka ke pasar ekuitas AS.

Prospek pertumbuhan untuk 2019 juga diliputi kekhawatiran perdagangan, perlambatan di China, Brexit dan ketidakpastian politik di Eropa membuat ramalan untuk ekonomi global semakin sulit. Selain itu lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) mengutip ketegangan perdagangan ketika IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 Oktober lalu. IMF memperkirakan pertumbuhan global sebesar 3,7 persen pada 2019, turun 0,2 poin persentase dari perkiraan sebelumnya dalam laporan Outlook Ekonomi Dunia dalam periode dua tahunan.

Sementara itu, pengetatan kondisi keuangan di AS adalah kekhawatiran yang berkelanjutan untuk pasar, ditambah lagi dengan seruan Presiden Donald Trump yang menyerukan The Fed untuk berhenti menaikkan suku bunganya setelah empat kali kenaikan suku bunga di tahun 2018 lalu. Jari Stehn, ekonom senior global dan kepala penelitian Eropa di Goldman Sachs, mengatakan bahwa Goldman juga memperkirakan dua kenaikan suku bunga lagi dari The Fed pada 2019, tetapi itu bisa berubah jika pertumbuhan mengalami perlambatan lebih lanjut.(WD)

Related posts