Government Shutdown Berpotensi Menekan Laju Belanja Konsumen AS

Berawal dari pemangkasan pajak lalu dilanjutkan dengan meningkatnya pendapatan dan lonjakan yang terjadi di pasar saham, telah memicu terjadinya kenaikan konsumen di tahun 2018 lalu, yang mana hal ini dinilai sebagai tanda-tanda bahwa kontributor utama bagi laju ekonomi AS tersebut berpotensi menjadi semakin tidak menentu.

Selain itu ketidakpastian ini semakin diperparah dengan terjadinya government shutdown yang disinyalir akan semakin menekan ekonomi AS mendekati jurang krisis. Selama ini para pejabat Federal Reserve dan para ekonom terkemuka AS masih mengandalkan laju belanja konsumen yang kuat sebagai acuan dalam menilai laju kekuatan ekonomi, meskipun terjadi gejolak di pasar keuangan, konflik perdagangan serta kecemasan terhadap perlambatan pertumbuhan global.

Saat ini sebagian besar kalangan merasa khawatir bahwa booming yang terjadi di sektor belanja konsumen akan berada di puncak pembalikannya. Berlanjutnya government shutdown yang memasuki hari ke 28, dinilai dapat menunda laju pengembalian dana serta sekaligus memberikan tekanan kepada pihak perusahaan yang mengandalkan konsumen untuk membelanjakan uangnya untuk produk barang dan jasa.

Chief Financial Officer di T-Mobile AS J. Braxton Carter, mengatakan kepada investor pada pekan lalu bahwa keterlambatan pengembalian uang menjadi perhatian perusahaan karena bisnis prabayar mereka sangat sensitif terhadap pengembalian pajak. Selain itu penundaan pengembalian pajak dapat merusak laju kinerja perusahaan perbaikan rumah seperti Home Depot, Lowe’s Cos Inc dan Wayfair Inc untuk meningkatkan laju penjualan produk furnitur mereka.

Penutupan aktifitas pemerintah federal berpotensi menutupi prospek pengeluaran konsumen, pengecer dan laju ekonomi secara luas karena para eksekutif dan pembuat kebijakan tidak mempertimbangkan dampak langsung dari tidak dibayarnya para pekerja federal yang jumlahnya mencapai 800 ribu orang, namun mereka juga harus melihat bahwa seberapa besar hal tersebut dapat merusak kepercayaan konsumen dan bisnis.

Seorang kepala ekonom di KPMG, Constance Hunter menilai bahwa jika government shutdown berlangsung hingga akhir bulan ini, maka mereka harus memangkas perkiraan produk domestik bruto hingga beberapa poin persentase di kuartal pertama ini. Para ekonom melihat bahwa tingkat suku bunga yang lebih tinggi serta ketegangan perdagangan berpotensi memperlambat pertumbuhan pengeluaran rumah tangga untuk barang dan jasa.(WD)

Related posts