Header Ads

Government Shutdown Telah Membawa Dampak Bagi Pasar Keuangan AS

Government shutdown yang masih berlanjut hingga permintaan Presiden Donald Trump kepada Kongres untuk membangun tembok perbatasan, telah memberikan dampak bagi perusahaan dan sektor perbankan AS. Penutupan sebagian pemerintah federal yang dipicu oleh terjadinya kebuntuan antara Demokrat dan Republik mengenai permintaan Trump, telah memasuki hari ke 27 dan ini menjadi government shutdown terpanjang.

Sebelumnya pemerintahan Trump telah menguraikan rencana untuk melonggarkan aturan perbankan, merombak tata kelola perusahaan serta meningkatkan inovasi keuangan, telah membuat kalangan eksekutif menaruh harapan besar bahwa mereka akan merasakan manfaatnya di tahun ini. Akan tetapi dengan masih berlanjutnya penutupan pemerintah federal AS, nampaknya hal ini akan mengganggu agenda kebijakan tersebut.

Dalam hal ini peraturan yang disusun oleh pihak regulator untuk menerapkan perubahan yang melonggarkan pembatasan yang dikenakan terhadap sektor perbankan telah menjadi perhatian khusus dari para eksekutif perbankan. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), yang anggarannya ditetapkan oleh Kongres, hanya mempekerjakan sepersepuluh stafnya di sejumlah bidang seperti penegakan hukum, pengawasan pasar dan perlindungan investor.

Seperti misalnya lembaga CTFC yang dijadwalkan untuk memberikan persetujuan terhadap aturan yang akan memberikan jalan bagi Intercontinental Exchange untuk memulai perdagangan mata uang digital berjangka dalam beberapa pekan kedepan, akan tetapi penutupan aktifitas pemerintah federal yang masih berlanjut dirasakan semakin mempersulit mereka.

Selain itu dengan tidak adanya staf yang cukup di lembaga SEC untuk menyetujui dokumen-dokumen terkait, maka proses initial public offering akan mengalami penundaan, dan hal ini tentunya akan merugikan perusahaan secara khusus dan memberikan pengaruh kepada pasar ekuitas secara lebih luas. Salah seorang juru bicara CTFC telah memberikan konfirmasinya bahwa lembaga tersebut telah menghentikan semua proses penulisan peraturan, sementara SEC saat ini disebutkan tengah menjalankan fungsi daruratnya.

Jika partial government shutdown masih berlanjut, maka dapat dipastikan hal ini akan mendatangkan kerugian bagi pemerintahan Trump dalam meraih kepercayaan publik terhadap segala agenda kebijakannya.(WD)

Related posts