Greenback Bergerak Stabil Seiring Kekhawatiran Transisi

Seiring kembali diberlakukannya kebijakan pembatasan terkait virus corona di sejumlah negara bagian di AS serta adanya kekhawatiran mengenai kelancaran transisi kepemimpinan dari Presiden Donald Trump kepada penggantinya Joe Biden, yang mampu mengimbangi optimisme terkain vaksin Covid-19.

Sementara itu mata uang Poundsterling Inggris mencatat kenaikan tipis di tengah adanya laporan media yang mengatakan bahwa Inggris dapat mencapai perjanjian perdagangan pasca Brexit dengan pihak Uni Eropa di awal pekan depan.

Pada pekan lalu dilaporkan mengenai kemajuan yang menggembirakan dalam uji coba vaksin virus corona, yang membantu dukungan bagi kenaikan Dollar terhadap safe haven Yen dan Swiss franc.

Namun demikian reaksi di pasar mata uang terhadap laju perkembangan selanjutnya tertahan oleh karena pihak AS tengah berjuang untuk menahan gelombang kedua infeksi, dan dengan distribusi vaksin yang tidak diharapkan dalam waktu dekat ini.

Moderna menjadi perusahaan farmasi AS kedua setelah Pfizer dalam waktu sepekan ini, yang melaporkan hasil positif dalam uji coba vaksin Covid-19 yang dianggap perlu untuk memberantas pandemi.

Selain itu ada sejumlah ketidakpastian yang beredar di pasar mengenai rencana Biden untuk mengatasi virus corona sekaligus menstimulasi ekonomi karena pemerintahan Trump menolak untuk menjalin kerja sama dengan tim transisi Biden.

Masafumi Yamamoto selaku kepala strategi valuta asing di Mizuho Securities di Tokyo, mengatakan bahwa reaksi pasar sedikit terbatas karena pendistribusian vaksin corona akan memakan waktu, sementara itu masih tersisa ketidakpastian mengenai politik AS, namun jika pasar mampu mengatasi rintangan tersebut, maka kenaikan Dollar akan mampu dihentikan, meskipun nilai Dollar terlihat sangat lemah terhadap mata uang Yuan Cina.

Meskipun demikian tanggapan pembuat kebijakan terhadap rekor jumlah kasus virus korona, rawat inap, dan kematian di beberapa negara bagian AS kemungkinan akan tetap menjadi perhatian yang lebih besar.

Sedangkan Aussie terpantau menahan kenaikannya terhadap US Dollar, setelah dalam risalah pertemuan pertemuan kebijakan terakhir Reserve Bank of Australia menunjukkan pihak bank sentral siap untuk memberikan lebih banyak stimulus kebijakan jika diperlukan setelah melakukan pemotongan suku bunga ke rekor terendah.(WD)

Related posts