Header Ads

Greenback Bertahan Dalam Kecenderungan Stabil

Hingga memasuki sesi perdagangan waktu Eropa siang hari ini, pergerakan mata uang US Dollar terpantau masih bertahan dalam pergerakan yang cenderung stabil seiring pasar keuangan yang tengah menunggu berita mengenai kesehatan Presiden AS Donald Trump yang pekan lalu dinyatakan positif terjangkit virus corona, sehingga mendukung aset safe haven.

Pasar global yang sensitif terhadap risiko, seperti saham telah menguat di awal perdagangan waktu Asia pagi ini, setelah Presiden Trump secara mengejutkan muncul di luar rumah sakit dengan iring-iringan mobil secara mendadak.

Daisuke Uno selaku kepala strategi di Sumitomo Mitsui Bank, mengatakan bahwa dengan tidak banyaknya rilisan indikator ekonomi utama di pekan ini, maka fokus para pelaku pasar dan investor seluruhnya tertuju pada status kesehatan Donald Trump, dan dengan banyaknya informasi mengenai parahnya kondisi Trump, maka hal ini menyulitkan bagi para pelaku pasar untuk melakukan pergerakan.

Greenback bergerak menguat terhadap safe haven Yen ke 105.62, setelah mengalami penurunan paling tajam lebih dari sebulan terakhir di sesi perdagangan Jumat kemarin.

Namun demikian US Dollar justru melemah terhadap Swiss Franc hingga mendekati level terendah dalam sepekan di 0.9163.

Sementara itu investor di mata uang Poundsterling tengah menunggu isyarat dari putaran terakhir dalam negosisasi perdagangan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa, saat mendekati tenggat waktu akhir di bulan Desember dari periode transisi saat ini.

Pada hari Sabtu kemarin Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah bersepakat untuk meningkatkan proses negosiasi kesepakatan pasca Brexit dan Johnson mengatakan pada hari Minggu kemarin, mengatakan bahwa dirinya tidak ingin periode transisi akan berakhir tanpa adanya kesepakatan perdagangan baru dan dirinya meyakini bahwa Inggris dapat hidup dengan hasil seperti itu.

Selain itu investor juga tengah menunggu debat wakil presiden AS di hari Rabu lusa dan sejumlah event dari bank sentral di dunia yang dapat memberikan petunjuk mengenai kesehatan ekonomi global.

Pada hari Selasa besok Reserve Bank of Australia akan mengadakan pertemuan kebijakannya, sedangkan Federal Reserve dan European Central Bank akan merilis risalah dari pertemuan kebijakan mereka masing-masing di bulan September lalu.(WD)

Related posts