Greenback Dibawah Tekanan Seiring Data Eurozone Yang Optimis

Hingga memasuki sesi perdagangan waktu Eropa pada siang hari ini, nilai tukar mata uang US Dollar masih berada di bawah tekanan setelah sejumlah data ekonomi dari Eurozone yang dirilis dengan hasil optimis telah memberikan dukungan bagi Euro dan membantu memicu harapan untuk pemulihan ekonomi global sekaligus mendukung selera terhadap risk currencies.

Data IHS Markit’s June Eurozone Flash Composite Purchasing Managers’ Index, dirilis lebih baik dari ekspektasi dengan mencatat kenaikan menjadi 47.5 dari 31.9 di bulan sebelumnya pada hari Selasa kemarin.

Meskipun masih dibawah angka 50 sehingga belum memberikan indikasi ekspansi yang kuat, namun setidaknya data ini mampu memberikan dukungan kepada sentimen pasar terkait laju pertumbuhan yang berada dalam kecepatan stabil.

Tantangan berikutnya akan datang dari data yang memuat hasil survei terhadap kepercayaan bisnis Jerman yang dijadwalkan akan dirilis pada sore hari ini, yang diharapkan mengalami rebound yang kuat.

Sementara itu, sinyal positif tampaknya cukup untuk mengimbangi kekhawatiran tentang kebangkitan dalam kasus virus corona AS, yang menarik taruhan terhadap pelemahan Dollar secara lebih luas yang tercermin dari kenaikan harga Emas di pekan ini.

Kim Mundy yang menjabat sebagai analis FX di Commonwealth Bank of Australia di Sydney, mengatakan bahwa pihaknya masih melihat kekuatan penangkal pemulihan ekonomi di satu sisi serta masih adanya kekhawatiran seputar virus corona di sisi lainnya.

Namun demikian Mundy menilai bahwa data PMI Eurozone yang solid, demikian juga dengan data PMI Inggris dan AS yang juga dirilis dengan hasil yang solid, dinilai oleh pasar sebagai sebuah upaya pemulihan sehingga membantu mendukung mata uang komoditas.

Sementara itu terkait dengan meningkatnya kasus infeksi virus corona, Kepala Ekonom di RBC Capital Markets, Tom Porcelli mengatakan bahwa pihaknya berharap dalam beberapa pekan kedepan dapat memperoleh kejelasan lebih lanjut terkait infeksi Covid-19, yang mana gubernur negara bagian akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk memutuskan bagaimana untuk melanjutkan kebijakan dalam mencegah gelombang kedua infeksi virus corona.

Sedangkan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa untuk saat ini pihaknya belum melihat adanya perubahan negatif dalam perilaku konsumen, sehingga hal ini menandai bahwa akan lebih banyak stimulus fiskal yang bertujuan untuk membuat orang kembali bekerja dalam waktu yang lebih cepat dan mampu membantu sentimen yang positif.(WD)

Related posts