Greenback Melanjutkan Rebound

Pergerakan nilai tukar Dollar terpantau memperpanjang rebound dari posisi terendahnya dalam hampir tiga tahun terakhir terhadap mata uang utama lainnya, seiring dukungan imbal hasil AS yang lebih tinggi menyusul Presiden terpilih Joe Biden yang tengah bersiap untuk menguraikan rencananya untuk stimulus fiskal dalam jumlah besar.

Indeks dolar menahan kenaikan yang dibuat pada hari Rabu di awal perdagangan Asia karena investor terus melepas taruhan bearish, dan mencatat peningkatan dalam empat dari lima sesi perdagangan terakhir karena prospek stimulus yang lebih banyak yang telah membebani obligasi pemerintah AS sehingga mendorong imbal hasil di atas 1% untuk pertama kalinya sejak Maret.

Namun banyak analis memperkirakan pemantulan mata uang tersebut bersifat sementara, karena penumpukan posisi Dollar yang mengalami guncangan bearish, dan mereka berharap lebih banyak stimulus AS untuk mendukung sentimen risiko, membebani greenback dalam jangka panjang yang secara tradisional dianggap sebagai tempat berlindung yang aman.

Shusuke Yamada yang menjabat kepala ahli strategi FX Jepang di Bank of America di Tokyo, mengatakan bahwa dirinya berpikir posisi aset berisiko menjadi fokus perhatian, sehingga kemungkinan ada tekanan terhadap Dollar dalam waktu dekat dan akan terfokus pada melemahnya greenback secara bertahap di tahun 2021 ini.

Sejak pertengahan bulan Maret lalu para spekulan di pasar mata uang telah menempatkan posisi short terhadap US Dollar, seiring lonjakan risk appetite dari para investor yang menimbulkan tekanan turun terhadap permintaan untuk Dollar.

Sementara itu minat pasar terhadap cryptocurrency telah melonjak karena investor institusional mulai membeli dalam jumlah besar, yang mana mereka melihatnya sebagai lindung nilai inflasi dan sebagai eksposur keuntungan jika instrumen investasi tersebut menjadi diadopsi lebih banyak lagi.

Terkait akan hal ini Chief Operating Officer dari cryptocurrency exchange Liquid yang berbasis di Tokyo, Seth Melamed menilai bahwa aksi jual cepat yang dilihat oleh pihaknya baru-baru ini, banyak diantaranya mendapat dukungan dari pasar berjangka, sehingga posisi berubah menjadi long dan margin yang dihasilkan memberikan tekanan terhadap harga bitcoin.(WD)

Related posts