Header Ads

Greenback Mencatat Kenaikan Tipis

Mata uang US Dollar mencatat kenaikan tipis di sesi perdagangan waktu Eropa hari ini, seiring para investor yang lebih memilih mengalokasikan dana mereka ke aset safe haven, termasuk US Dollar, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19, terutama di pasar komoditi minyak.

Kontrak minyak mentah berjangka untuk bulan Mei memperlihatkan penjualan yang cuku baik di sesi perdagangan awal pekan ini, sebelum pada akhirnya jatuh ke kisaran negatif untuk pertama kalinya sejak perdagangan dimulai ketika para investor dan pedagang berusaha keras untuk menghindari pengiriman mengingat kurangnya ruang penyimpanan untuk melimpahnya arus saat ini.

Saat ini mata uang tunggal Euro menjadi sorotan menjelang pertemuan para pemimpin Eropa yang diadakan secara virtual di hari Kamis lusa, guna membahas masalah pendanaan untuk pemulihan ekonomi di kawasan tersebut dari kerusakan yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona.

Dalam hal ini Kanselir Jerman Angela Merkel kemungkinan akan mendapat tekanan untuk menyetujui membantu membiayai pemulihan melalui penerbitan utang bersama, suatu subjek yang telah memicu diskusi panas dalam pertemuan para menteri keuangan Eurogroup sebelumnya.

Pada hari Senin kemarin pemerintah Spanyol telah menetapkan rencana untuk menciptakan dana pemulihan sebesar 1.5 triliun Euro atau sekitar $1.63 triliun melalui metode pembiayaan hutang abadi, serta mendapat dukungan dari anggaran Uni Eropa untuk membantu negara-negara anggotanya yang terpukul oleh krisis Covid-19.

Meskipun ada sejumlah laporan yang mengindikasikan bahwa Merkel kemungkinan akan bersiap untuk merima rencana ini, yang mana pasar obligasi tidak membeli dengan spread antara utang Jerman mempunyai risiko yang lebih rendah dan yang setara dengan Italia dan Spanyol, yang tingkat hutang mereka mencapai level tertinggi dalam satu bulan terakhir akibat pukulan krisis kesehatan ini.

Dalam sebuah catatan penelitiannya, salah seorang analis di Danske Bank mengatakan bahwa Covid-19 telah membuktikan pengingat yang tidak menyenangkan untuk mata uang tunggal dari faktor utama, yang merupakan rspon terhadap krisis Eropa serta berkurangnya mekanisme pembagian risiko seperti transfer fiskal secara otomatis yang berarti kawasan Eurozone terkespos ketika tingkat hutang berkelanjutan di satu negara yang berisiko.

Selain itu perlu diperhatikan pula pergerakan USDCNY yang mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir, menyusul keputusan bank sentral Cina untuk memangkas suku bunga pinjaman untuk kedua kalinya di tahun ini pada hari Senin kemarin, sebagai upaya untuk mengurangi biaya pinjaman bagi perusahaan serta untuk menopang tekanan dari pandemi virus corona terhadap ekonominya.(WD)

Related posts