Greenback Menguat Terhadap Yen Dan Poundsterling

Mata uang US Dollar menguat terhadap mata uang Yen Jepang di sesi perdagangan hari ini seiring para investor dan korporasi Jepang bergegas untuk menutupi kekurangan mata uang Dollar sebelum akhir tahun fiskal, namun sentimen pasar tetap rapuh karena krisis virus corona global tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sementara itu mata uang Yuan Cina tetap bertahan di kisaran stabilnya dalam perdagangan offshore, namun berpotensi mengalami hantaman oleh hasil survei manufaktur utama karena para investor tengah menghitung biaya ekonomi akibat dampak pandemi.

Pada hari ini merupakan data perdagangan terakhir untuk tahun fiskal bagi Jepang serta akhir kuartal bagi para investor besar, yang berpotensi menyebabkan sejumlah perubahan yang fluktuatif karena para pemain besar di pasar mata uang telah menutup buku.

Namun demikian para analis memperingatkan bahwa resesi global yang hampir pasti terjadi akibat pandemi virus, akan tetap menjadi faktor yang dominan dalam perdagangan dan pada akhirnya akan menguntungkan bagi nilai tukar mata uang yang paling tidak terpengaruh oleh menurunnya ekonomi.

Indeks manufaktur PMI resmi Cina diperkirakan akan menunjukkan aktifitas yang kemungkinan akan mengalami kontraksi di bulan Maret, meskipun telah ditetapkan untuk menstabilkan kondisi dari keruntuhan yang disebabkan oleh virus corona yang hampir melumpuhkan negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Sedangkan mata uang Poundsterling Inggris terpantau melemah terhadap greenback dan Euro akibat penurunan peringkat pemerintah yang terus memberikan beban terhadap Poundsterling, sehingga hal ini menggarisbawahi tekanan terhadap keuangan publik dari kebijakan stimulus fiskal dalam skala besar yang sangat dibutuhkan.

Poundsterling Inggris mengalami tekanan setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings memangkas peringkat hutang pemerintah Inggris di hari Jumat lalu, dan mengatakan bahwa tingkat hutang Inggris akan mengalami lonjakan karena peningkatan pengeluaran pemerintah Inggris untuk mengimbangi langkah lockdown yang hampir membuat ekonomi Inggris juga mengalami penhentian aktifitasnya.(WD)

Related posts