Header Ads

Greenback Merosot Terhadap Mata Uang Berisiko

Adanya sejumlah kesepakatan dari perusahaan besar serta meningkatnya harapan terhadap pengembangan vaksin Covid-19, telah meningkatkan minat investor terhadap mata uang berisiko sehingga semakin memberikan tekanan terhadap US Dollar di sesi perdagangan hari ini.

Sementara itu mata uang Yuan Cina melonjak ke level tertingginya dalam 16 bulan, seiring serangkaian data Cina yang menunjukkan pemulihan ekonomi yang stabil di negara tersebut, sedangkan Aussie mendapat dukungan dari risalah kebijakan RBA yang berhenti memberikan sinyal pemangkasan lebih lanjut terhadap suku bunga.

Dollar Australia mencatat kenaikan hingga 0.4%, seiring risalah rapat kebijakan moneter bank sentral bulan September yang sangat diantisipasi, yang tidak memberikan petunjuk bahwa suku bunga yang telah berada di rekor terendahnya tidak akan mengalami pemangkasan lebih lanjut.

Sentimen pasar terbantu oleh AstraZeneca yang melanjutkan uji klinisnya terhadap vaksin Covid-19 yang menjadi salah satu yang paling menunjukkan kemajuan dalam pengembangan vaksin, sementar Pfizer Inc dan BioNTech SE tengah mengusulkan untuk memperluas uji coba vaksin tahap 3 mereka.

Terkait akan hal ini Kyosuke Suzuki yang menjabat sebagai direktur valas di Societe Generale, mengatakan bahwa pihaknya merasa gembira bahwa Pfizer telah menjelaskan target pengembangan vaksinya dan saat aset berisiko mengalami kebangkitan maka nilai tukar Dollar telah kehilangan momentumnya.

Fundamental ekonomi Cina yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat telah mendukung mata uang Yuan naik ke level tertinggi dalam 16 bulan terakhirnya, setelah produksi industri mengalami percepatan paling tinggi dalam delapan bulan di bulan Agustus, sementara penjualan ritel tumbuh untuk pertama kalinya tahun ini, sehingga menunjukkan pemulihan ekonomi semakin cepat karena permintaan mulai meningkat secara lebih luas dari krisis virus corona.

Ahli strategi senior di Nomura Securities, Ei Kaku mengatakan bahwa pihaknya memiliki bukti bahwa laju ekspor Cina masih dalam kondisi kuat dan otoritas Cina belum mencoba untuk menahan kenaikan Yuan selama beberapa minggu terakhir bahkan ketika mata uang tersebut telah menguat, sehingga membuat pelaku pasar mengharapkan apresiasi lebih lanjut dalam pergerakan Yuan.

Sedangkan mata uang Poundsterling menunjukkan reaksi terbatas setelah pemerintah Inggris memenangkan pemungutan suara awal di Parlemen terhadap kemungkinan langkah kontroversial mereka yang melanggar kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

Akan tetapi para pedagang mengatakan mata uang tersebut terlihat rentan karena UE memperingatkan RUU Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan membatalkan pembicaraan perdagangan dan mendorong Inggris menuju Brexit yang berantakan.(WD)

Related posts