Greenback Tertekan Oleh Mata Uang Komoditas

Nilai tukrat mata uang US Dollar mencatat sedikit penurunan seiring tekanan dari mata uang komoditas yang bergerak ke kisaran lebih tinggi di sesi perdagangan awal pekan ini, menyusul para investor yang merasa lega oleh penundaan peninjauan pakta perdagangan AS-Cina yang membuat kesepakatan antara kedua negara tetap utuh.

Pergerakan greenback terpantau moderat di sesi perdagangan waktu Asia karena data ekonomi yang lemah serta adanya ketidakpastian menjelang sepekan sebelum dirilisnya risalah Federal Reserve dan konvensi nominasi kandidat presiden AS dari Partai Demokrat yang membatasi sentimen.

Indeks Dollar diperdagangkan dengan sedikit tekanan terhadap sejumlah mata uang pesaingnya, di tengah kisaran yang telah ditahan sejak mengalami penurunan ke level terendahnya dalam dua tahun di akhir bulan Juli lalu.

Salah satu faktor yang memberikan dukungan bagi mata uang komoditas adalah keputusan AS dan Cina untuk menunda peninjauan terhadap kesepakatan perdagangan Fase Pertama dari kedua negara, yang dinilai merupakan kabar baik bagi pasar untuk saat ini menurut ahli strategi valuta asing senior dari National Australia Bank Rodrigo Catril.

Namun Catril menyampaikan bahwa meskipun demikian masih ada ketidakpastian lain yang muncul untuk diselesaikan, sembari menunjuk pada kondisi politik AS saat pemilihan presiden AS semakin dekat dan jumlah infeksi virus baru di Eropa yang kemungkinan dapat menentang persepsi bahwa mata uang Euro berada dalam trend kenaikan.

Pasar juga melihat risalah Federal Reserve dari pertemuan bulan lalu, yang akan dirilis pada hari Rabu untuk melihat petunjuk tentang perubahan yang diantisipasi dalam prospek kebijakan dari pejabat bank sentral AS.

Sementara Chris Weston selaku kepala riset di perusahaan pialang Melbourne Pepperstone, mengatakan bahwa kuncinya saat ini terletak di pasar obligasi, yang mana jika Fed dapat menurunkan imbal hasil riil maka mata uang US Dollar akan mengikuti penurunan tersebut dan sebaliknya komoditas Emas akan kembali mengalami reli.

Sebuah rilisan penting berikutnya yang akan dijadikan acuan oleh pelaku pasar adalah survei manufaktur Empire State Fed of New York, yang diperkirakan akan menunjukkan sedikit kemunduran dalam kondisi yang dapat menimbulkan tantangan terhadap kepercayaan pasar bahwa keberuntungan terhadap ekonomi Eropa dan AS akan berada dalam kondisi yang berbeda.(WD)

Related posts