Header Ads

Greenback Tertekan Oleh Membaiknya Sentimen Risiko

Seiring membaiknya sentimen investor terhadap aset risiko, maka hal ini telah memberi tekanan terhadap greenback sebagai salah satu pilihan mata uang safe haven saat kondisi pasar memburuk.

Indeks Dollar yang dipakai sebagai acuan kekuatan US Dollar terhadap mata uang utama dunia lainnya terpantau melemah hingga 0.16% di sesi perdagangan Asia, menyusul adanya laporan penurunan angka kasus Covid-19 di AS, Italia dan Spanyol pada akhir pekan lalu.

Mata uang Poundsterling dilaporkan naik 0.3% terhadap US Dollar, meskipun ada laporan yang mengatakan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson dipindahkan ke ruang perawatan intensif akibat kondisinhya yang memburuk sejak dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Sementara itu pasangan mata uang USDPY turun hingga 0.36% di sesi perdagangan Asia pagi tadi, seiring Jepang yang tengah bersiap untuk menyatakan keadaan darurat untuk Tokyo dan sejumlah kota-kota besar lainnya.

Junichi Ishikawa selaku ahli strategi senior FX di IG Securities, mengatakan kepada pihak CNBC bahwa pasar mata uang untuk hari ini cenderung tenang, namun diperkirakan akan lebih banyak tekanan terhadap Poundsterling jika kondisi PM Johnson semakin memburuk.

Selain itu Ishikawa juga menilai bahwa mata uang Yen tidak akan banyak bereaksi terhadap keadaan darurat, karena mata uang utama lainnya akan terfokus kepada tanda-tanda mulai mendatarnya kurva penyebaran virus corona.

Sedangkan mata uang Aussie terpantau naik hingga 0.51% di sesi perdagangan pagi, seiring Reserve Bank of Australia tengah bersiap untuk mengumumkan keputusan suku bunganya pada pagi hari tadi, dan Aussie juga diuntungkan oleh meningkatnya selera risiko dari para investor di pasar mata uang.(WD)

Related posts